Danantara Sebut Tak ada PHK Massal di Perampingan Anak Usaha Telkom
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (IDX: TLKM) berencana melakukan likuidasi (penutupan) terhadap 12 hingga 14 anak perusahaan yang berada di bawah naungannya.
"Yang dilikuidasi 12 atau 14. Saya lupa, nanti dicek," ujar Dony, pada Senin (8/6) kemarin.
Walau ada peluang penutupan entitas bisnis, Dony memberikan jaminan kuat bahwa kebijakan perampingan ini tidak akan memicu badai pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para pegawai di lingkungan Telkom Group.
Skema yang disiapkan manajemen adalah melakukan konsolidasi serta pemindahan para karyawan ke anak usaha Telkom lainnya yang masih beroperasi aktif.
"Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsolidasi ada beberapa perusahaan yang jadi satu. Kan, size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger," jelas Dony, dikutip dari Antara.
Di tengah rencana restrukturisasi tersebut, Telkom baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Di forum tersebut menyepakati adanya pergantian dua anggota dewan komisaris.
Penyegaran ini sengaja dilakukan sebagai strategi memperkokoh fondasi kepemimpinan, guna mengawal ketat agenda transformasi digital korporasi serta mengantisipasi dinamika pasar yang kian kompetitif.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menggarisbawahi bahwa seluruh resolusi yang disetujui dalam RUPST merupakan cerminan komitmen manajemen dalam mendongkrak performa finansial dan menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemodal.
Dari sisi pemenuhan hak pemegang saham, Telkom mendapatkan persetujuan untuk membagikan dividen tunai dengan total nilai fantastis, yakni mencapai Rp21,9 triliun untuk tahun buku 2025.
Tidak hanya itu, sebagai upaya menjaga stabilitas nilai saham di pasar modal, rapat juga memberikan lampu hijau bagi perseroan untuk mengeksekusi program pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi anggaran maksimal Rp4 triliun.
Pada tataran strategis yang lebih makro, BP BUMN bersama Danantara telah menyepakati sebuah linimasa akselerasi streamlining atau penciutan struktur usaha Telkom Group secara masif.
Ditargetkan, pada akhir tahun 2026, jumlah anak perusahaan yang saat ini mencapai 67 entitas akan dipangkas secara ekstrem hingga menyisakan 19 entitas utama saja.
Konsolidasi radikal ini dirancang guna memantapkan posisi emiten berkode saham TLKM ini sebagai strategic holding digital berskala nasional.





