Jubir DEN|bansos|jodi mahardi

Jubir DEN Tegaskan Bansos Rp5,4 Juta Bukan Program Baru Pemerintah

Oleh: Ronal

11 Juni 2026, 09:19
Jubir DEN Tegaskan Bansos Rp5,4 Juta Bukan Program Baru Pemerintah

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah tengah menyiapkan bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat kurang mampu senilai Rp5,4 juta per orang.

Juru Bicara Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jodi Mahardi mengungkapkan, bahwa bantuan tersebut bukanlah merupakan program baru dari pemerintah.

Ia memastikan, pemerintah terus mendorong penyempurnaan sistem perlindungan sosial nasional agar semakin terintegrasi, tangkas, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

"Kami menegaskan bahwa angka Rp 5,4 juta bukan merupakan program bantuan tunai baru yang akan diterima secara merata oleh setiap warga negara,” kata Jodi melalui keterangan tertulis, Rabu (10/6).

“Angka tersebut murni merupakan ilustrasi estimasi akumulasi maksimal dari berbagai program perlindungan sosial, termasuk bantuan sosial, yang sudah ada. Karena setiap rumah tangga memiliki kondisi dan tingkat eligibilitas yang berbeda, manfaat riil yang diterima tentu tidak akan sama," tambahnya.

Fokus utama pemerintah saat ini, kata Jodi, adalah membangun sistem perlindungan sosial terintegrasi itu dengan memanfaatkan teknologi digital.

Ia mengatakan, transformasi tata kelola ini dirancang agar penyaluran berbagai program bantuan dan subsidi dapat dilakukan secara lebih presisi, efisien, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat yang berhak.

"Kami juga menegaskan bahwa reformasi ini tidak dirancang untuk mengurangi program perlindungan sosial yang sudah berjalan. Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan bahwa manfaat program perlindungan sosial dapat disalurkan secara jauh lebih efektif dan tepat sasaran khusus bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan," terang Jodi.

Lebih lanjut Jodi menekankan transformasi kebijakan ini dilakukan secara bertahap.

Uji coba implementasi digitalisasi penyaluran bansos telah berjalan di sejumlah daerah dan akan terus dievaluasi secara komprehensif sebelum diterapkan secara nasional.

"Pemerintah berkomitmen penuh untuk menghadirkan program perlindungan sosial yang semakin responsif, terintegrasi, dan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi kesejahteraan rakyat," tutur Jodi.

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah tengah menyiapkan sistem penyaluran bantuan sosial menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Luhut mengungkapkan, besaran bantuan yang akan diterima per orang adalah sebesar Rp 5,4 juta.

Program ini akan memanfaatkan Government Technology (GovTech) yang sedang dirancang pemerintah.

Luhut mengeklaim, pemanfaatan teknologi untuk menyalurkan bantuan sosial akan membuat pemerintah bisa menghemat anggaran.

Berita Terkini

See More