Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (08/6/2026): IHSG Berpotensi Rebound

Oleh: Ria

08 Juni 2026, 06:55
ANALIS MARKET (08/6/2026): IHSG Berpotensi Rebound

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG diperdagangan minggu lalu (05/6) ditutup turun 4.2%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp3.72 Tn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, BBCA, BMRI, ANTM dan BBRI.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup anjlok berjemaah pada perdagangan Jumat (5/6), setelah aksi jual besar-besaran menghantam saham-saham semikonduktor dan teknologi. Indeks Nasdaq Composite turun 4,18%, S&P 500 melemah 2,64% dan Dow Jones Industrial Average berkurang 1,35%. Di sisi emiten, saham Broadcom turun hampir 8%, Marvell Technology turun lebih dari 16%, dan Intel dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing turun sekitar 11%. Saham Micron Technology, juga tertekan, dengan melemah 13%. Sentimen lain juga disebabkan oleh data ketenagakerjaan AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan nonfarm payrolls bertambah 172 ribu pekerjaan pada Mei, jauh di atas ekspektasi sebesar 80 ribu pekerjaan. Di tengah aksi jual saham teknologi, investor beralih ke saham defensif. Saham Colgate-Palmolive menguat 4%, Coca-Cola naik lebih dari 3%, dan Johnson & Johnson bertambah sekitar 2%.

Di sisi lain, Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu (5/6). Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,31% dan Topix turun tipis 0,07%. Sejalan, Hang Seng Hong Kong melemah 1,15%, Taiex Taiwan turun 1,33% dan ASX 200 Australia terkoreksi 0,70%. Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi dan Kosdaq memimpin penurunan masing-masing anjlok sebesar 5,54% dan 4,51%. Di sisi lain, FTSE Straits Times juga melemah 0,35%, sedangkan FTSE Malay KLCI berhasil menguat 0,60%. Pelemahan Korea Selatan memimpin di kawasan tersebut, dan mengikuti penurunan saham teknologi Wall Street sebelumnya, dengan saham-saham besar Samsung dan SK Hynix masing-masing anjlok 13,9% dan 9,9%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (08/6), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi tes support di 5450-5500, dan jika kuat di support tersebut, potensi rebound. Diperkirakan Support IHSG: 5450-5500 dan Resist IHSG: 5680-5800.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: EMAS, BUMI, BRMS, ENRG, INET, dan BREN.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

EMAS Buy on Weakness dengan area beli di 7275-7400, cutloss di bawah 7200. Target dekat di 7500-7725.

BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 135-139, cutloss di bawah 133. Target dekat di 142-147.

BRMS Buy on Weakness dengan area beli di 492-510, cutloss di bawah 482. Target dekat di 525-540.

ENRG Buy on Weakness dengan area beli di 1170-1200, cutloss di bawah 1160. Target dekat di 1220-1255.

INET Spec Buy dengan area beli di 162-168, cutloss di bawah 160. Target dekat di 173-182.

BREN Buy on Weakness dengan area beli di 3450-3590, cutloss di bawah 3430. Target dekat di 3700-3800.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More