ANALIS MARKET (05/6/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Berfluktuatif
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (4/6), IHSG ditutup melemah -101,28 poin (-1,70%) ke level 5.839,79.
IHSG masih melanjutkan pelemahan seiring terus belanjutnya arus dana keluar (capital outflow) akibat ketidakpastian yang masih tinggi.
Nilai tukar Rupiah membentuk level tinggi baru dengan menyentuh 18 ribu.
Kemarin, DPR telah mengesahkan revisi undang–undang terkait pengembangan dan penguatan sektor keuangan (P2SK) yang akan menambah mandat Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta memberikan kewenangan bagi DPR untuk mengevaluasi regulator keuangan independen dan bank sentral.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, tercermin dari DJIA (+1,73%), S&P 500 (+0,41%), & Nasdaq (-0,09%). Investor masih terus memantau perkembangan di Timur Tengah.
Laporan mengenai kesepakatan gencatan senjata bersyarat antara Israel dan Lebanon meningkatkan harapan bahwa kesepakatan yang lebih luas yang melibatkan Iran dapat dicapai, yang pada gilirannya turut memicu penurunan harga minyak.
Dari sisi korporasi, saham-saham yang mencatat keuntungan signifikan antara lain JPMorgan Chase (+3,3%), Visa (+2,5%), Johnson & Johnson (+4,6%), UnitedHealth Group (+5,2%), dan Goldman Sachs (+4,9%).
Sebaliknya, saham teknologi menjadi sektor dengan kinerja terlemah.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung berfluktuatif dengan adanya ruang teknikal rebound yang masih terbuka,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (05/6).




