Jadi Pengendali BACH, Grup Djarum Tegaskan Komitmen Jangka Panjang
Oleh: Issa

foto: dok. BEI
Pasardana.id - PT Bach Multi Global Tbk (IDX:BACH) memasuki babak baru setelah Global Telekomunikasi Prima (GTP). GTP adalah bagian dari Grup Djarum.
Berdasarkan informasi yang dirilis perseroan, Senin (27/7/2026), GTP menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 51%.
Langkah ini memperkuat komitmen jangka panjang terhadap pengembangan Perseroan sekaligus membuka peluang sinergi di sektor infrastruktur digital nasional.
Komitmen tersebut juga tercermin dari kebijakan penguncian (lock-up) saham milik para pendiri pasca pencatatan di Bursa Efek Indonesia. Seluruh saham pendiri ditempatkan melalui penjamin pelaksana emisi sehingga tidak dapat langsung diperjualbelikan, mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang BACH.
Sementara berdasarkan riset Phillip Capital dan Semesta Indovest Sekuritas, bergabungnya BACH ke ekosistem Grup Djarum membuka peluang kolaborasi dengan jaringan bisnis infrastruktur telekomunikasi seperti Protelindo, TOWR, iForte, dan SUPR.
Sinergi ini diharapkan mendorong pengembangan proyek, perluasan pelanggan, serta peningkatan pendapatan berulang dari bisnis konstruksi, pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, dan penyewaan genset.
Dari sisi kinerja, BACH membukukan pendapatan Rp1,73 triliun pada 2025, tumbuh hampir 40% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba bersih meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar Rp156 miliar, dengan Net Profit Margin naik menjadi 9% dan Return on Equity mencapai 29%, didorong oleh pertumbuhan bisnis penjualan dan penyewaan genset serta efisiensi operasional.
Prospek Perseroan dinilai tetap positif seiring meningkatnya kebutuhan solusi backup power untuk kawasan industri, pertambangan, pusat data, dan infrastruktur telekomunikasi.
Tren digitalisasi, pembangunan jaringan fiber optik, serta implementasi 5G juga diperkirakan akan terus meningkatkan permintaan layanan konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
Momentum tersebut semakin diperkuat oleh keputusan Standard & Poor's (S&P) yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk utang jangka panjang dan A-2 untuk utang jangka pendek dengan outlook stabil.
Kondisi ini dinilai mendukung iklim investasi dan memperkuat prospek pertumbuhan BACH sebagai perusahaan pendukung infrastruktur digital dan ketahanan energi.




