Mentan Bersyukur Pendapatan Petani Tumbuh Lebih Cepat Dari Biaya Produksi
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan catatan terkait Nilai Tukar Petani pada Mei 2026 alami kenaikan sebesar 1,99 persen, yakni mencapai 127,73 dibandingkan April 2026.
Merespon hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun mengucap Syukur atas capaian tersebut. Menurut Amran, pendapatan petani tumbuh lebih cepat dibandingkan biaya produksi.
“Alhamdulillah, kenaikan NTP menjadi kabar baik bagi petani Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pendapatan petani meningkat dan hasil kerja keras mereka di lapangan semakin memberikan nilai tambah," kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, Selasa, (2/6).
Kata Mentan, kenaikan NTP menjadi bukti berbagai program peningkatan produksi dan penguatan sektor pertanian yang dijalankan pemerintah mulai memberikan manfaat nyata bagi petani.
Disebutkan Mentan, NTP merupakan salah satu indikator penting untuk melihat tingkat kesejahteraan petani.
Ketika nilai yang diterima petani meningkat lebih cepat dibandingkan biaya yang dikeluarkan, maka daya beli dan kemampuan ekonomi petani ikut menguat.
"Kementerian Pertanian akan terus berupaya menjaga agar petani memperoleh keuntungan yang layak dari usaha taninya,” ujarnya, sebagaimana dikutip Antara.
Mentan Amran menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah percepatan yang dilakukan Kementan dalam dua tahun terakhir, mulai dari peningkatan luas tanam, optimasi lahan, rehabilitasi dan normalisasi irigasi.
Selain itu penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan pendampingan petani di berbagai daerah sentra produksi.
Menurut Mentan, keberhasilan subsektor hortikultura mencatat kenaikan NTP tertinggi juga menunjukkan besarnya potensi komoditas hortikultura sebagai sumber pertumbuhan ekonomi di perdesaan.
Mentan menambahkan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan agar petani memperoleh keuntungan yang optimal.
“Kita ingin petani semakin sejahtera. Karena itu fokus pemerintah tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang baik. Ketika produktivitas naik dan harga petani membaik, maka kesejahteraan petani akan meningkat,” tukasnya.




