ANALIS MARKET (29/6/2026): IHSG Berpotensi Sideways
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas tertekan pada perdagangan Jumat (26/6). Nasdaq Composite melemah 0,24%, S&P 500 turun tipis 0,05% dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,09%. Tekanan terbesar berasal dari saham-saham chip setelah The New York Times melaporkan bahwa OpenAI mempertimbangkan menunda IPO hingga tahun depan. Penundaan tersebut disebabkan pelemahan kinerja saham SpaceX pasca melantai di bursa serta tingginya volatilitas saham-saham berbasis AI. Akibat sentimen tersebut, saham Micron Technology turun lebih dari 6%, Advanced Micro Devices (AMD) turun sekitar 2%, dan Intel kehilangan lebih dari 3%. Di sisi lain, sektor teknologi di S&P 500 turun sekitar 1%, sedangkan saham kesehatan menguat. Eli Lilly melonjak 7%, Johnson & Johnson naik hampir 4%, dan AbbVie menguat lebih dari 4%. Selain kesehatan, sektor consumer staples, keuangan, dan utilitas juga meningkat. Di sisi lain, data kepercayaan konsumen AS yang lebih baik dari perkiraan dan membaiknya prospek inflasi sempat memberikan dukungan bagi pasar. Namun, pernyataan Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, yang memperkirakan masih diperlukan satu kali kenaikan suku bunga tahun ini akibat tekanan inflasi dari konflik Timur Tengah.
Di sisi lain, Bursa Asia sebagaian besar turun pada perdagangan Jumat (26/6), karena saham-saham chip big-cap kehilagan sebagian keuntungan setelah naik tinggi pada perdagangan Kamis. Indeks Nikkei 225 Jepang menurun 4,15%, dan Topix turun 1,32%. Selain itu, Hang Seng Hong Kong melemah 1,76%, Taiex Taiwan turun 3,64% dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 5,81%. Sedangkan, ASX 200 Australia naik 0,18%. Sementara itu, Straits Times turun 0,52% dan FTSE Malaysia menguat 0,24%. Pergerakan tersebut ditandai dengan volatilitas tinggi di sektor teknologi. Fluktuasi pasar saham terbaru menyoroti meningkatnya kekhawatiran investor tentang apakah raksasa teknologi yang selama ini menopang kenaikan pasar saham akan terus membenarkan ekspektasi tinggi yang tertanam pada harga saham. Kekhawatiran tentang pengeluaran AI telah mendorong pergerakan tajam pada saham chip akhir pekan lalu.
Sementara itu, IHSG minggu lalu (26/6) ditutup turun 1.72%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp302 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, EMAS, ASII, BRPT dan TLKM.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG berpotensi sideways di area 5850-6000. Diperkirakan Support IHSG: 5750-5850 dan Resist IHSG: 6000-6100,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Senin (29/6).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: HRTA, BUMI, BIPI, BNBR, INDY, dan SCMA.
Berikut ini rekomendasi tradingnya:
HRTA Buy on Weakness dengan area beli di 1700-1740, cutloss di bawah 1690. Target dekat di 1820-1900.
BUMI Spec Buy dengan area beli di 140-141, cutloss di bawah 136. Target dekat di 145-150.
BIPI Buy on Weakness dengan area beli di 120-126, cutloss di bawah 115. Target dekat di 130-140.
BNBR Spec Buy dengan area beli di 90-93, cutloss di bawah 86. Target dekat di 100-106.
INDY Buy on Weakness dengan area beli di 1800-1845, cutloss di bawah 1790. Target dekat di 1885-1940.
SCMA Spec Buy dengan area beli di 202-206, cutloss di bawah 200. Target dekat di 210-218.
Disclaimer on





