Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (17/7/2026): IHSG Berpotensi Koreksi

Oleh: Ria

17 Juli 2026, 07:29
ANALIS MARKET (17/7/2026): IHSG Berpotensi Koreksi

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (16/7), setelah aksi jual besar-besaran di saham-saham teknologi membayangi musim laporan keuangan yang mencatat hasil solid. Indeks S&P 500 turun 0,51%, Nasdaq Composite melemah 1,47%, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,20%. Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) menaikkan proyeksi capex tahun ini menjadi US$ 60 miliar hingga US$ 64 miliar, lebih tinggi dari panduan sebelumnya sebesar US$ 52 miliar-56 miliar. Meski laba kuartal II melampaui ekspektasi analis, saham TSMC tetap turun lebih dari 2%. Selain itu, ETF semikonduktor VanEck Semiconductor (SMH) merosot hampir 4%, dan lebih dari 5% pada saham Arm Holdings. Saham Micron Technology, Advanced Micro Devices (AMD), dan Broadcom masing-masing terkoreksi lebih dari 5%, dan saham SK Hynix yang diperdagangkan di AS turun lebih dari 13%. Sementara itu, Alphabet melemah lebih dari 4% setelah dilaporkan kembali menunda peluncuran model kecerdasan buatan AI andalannya, Gemini 3.5 Pro. Di sisi lain, data ekonomi terbaru menunjukkan daya beli konsumen AS masih cukup tangguh meski tekanan harga tetap tinggi. Klaim tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir 11 Juli tercatat sebanyak 208.000, lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom sebesar 218.000. Sementara itu, penjualan ritel AS pada Juni naik 0,2%, sesuai ekspektasi pasar.

Di sisi lain, Bursa saham Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (16/7), dengan saham Korea Selatan menjadi penekan utama setelah aksi jual besar-besaran pada saham-saham semikonduktor menyebabkan pelemahan indeks KOSPI. Indeks MSCI Emerging Markets Asia turun 1,4%, terdorong pelemahan pasar saham Korea Selatan. Indeks KOSPI ditutup anjlok 6,4%. Aksi jual terutama menghantam dua raksasa semikonduktor Korea Selatan, SK Hynix dan Samsung Electronics, masing-masing melemah 11,5% dan 8,8%. Pergerakan terjadi setelah Bank of Korea (BOK) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps untuk pertama kalinya sejak Jan-23 guna menopang nilai tukar won. Di Taiwan, indeks saham ditutup relatif stagnan setelah sempat turun hingga 1,5% pada sesi perdagangan. Saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) justru naik 1,2% sebelum perusahaan melaporkan lonjakan laba bersih 2Q sebesar 77% YoY, jauh melampaui ekspektasi pasar.

Sementara itu, IHSG kemarin (16/7) ditutup naik 1.1%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp283 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BMRI, ANTM, AMMN, dan TPIA.

“IHSG berpotensi koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6050-6070 dan Resist IHSG: 6130-6150,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (17/7).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BBRI, BUMI, BRPT, TLKM, ADMR, dan MEDC.

Berikut ini rekomendasi tradingnya:

BBRI Spec Buy dengan area beli di 2840-2860, cutloss di bawah 2810. Target dekat di 2920-3000.

BUMI Spec Buy dengan area beli di 147-149, cutloss di bawah 144. Target dekat di 151-153.

BRPT Buy if Break 1700 dengan target dekat di 1720-1745. Cutloss di bawah 1685.

TLKM Spec Buy dengan area beli di 2500-2530, cutloss di bawah 2490. Target dekat di 2550-2570.

ADMR Buy on Weakness dengan area beli di 1510-1530, cutloss di bawah 1500. Target dekat di 1550-1580.

MEDC Spec Buy dengan area beli di 1260, cutloss di bawah 1245. Target dekat di 11280-1290.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More