ANALIS MARKET (17/7/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Menguat Terbatas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (16/7), IHSG ditutup menguat +66,24 poin (+1,1%) ke level 6.108,21.
Penguatan IHSG berkat sentimen positif dari rilis data inflasi Amerika Serikat yang melandai, sehingga meredam kekhawatiran terhadap kebijakan suku bunga agresif dari The Fed, serta didukung oleh laporan keuangan emiten kuartal II-2026 yang cukup solid.
Kemudian, dari sisi realisasi investasi Indonesia pada 2Q26 mencapai Rp511,8 triliun (+7,1% YoY, +2,6% QoQ).
Hasil ini membuat realisasi investasi selama 1H26 mencapai Rp1.010,6 triliun (+7,2% YoY), setara 49,5% target 2026 pemerintah di level Rp2.041,3 triliun.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,20%), S&P 500 (-0,51%), & Nasdaq (-1,47%).
Pelemahan tersebut akibat aksi jual di sektor teknologi, terutama perusahaan semikonduktor, yang dipicu oleh keraguan investor mengenai valuasi tinggi produsen chip AI dibandingkan dengan ekspektasi pertumbuhan mereka.
Sentimen pasar semakin tertekan oleh meningkatnya risiko geopolitik, yang diperburuk dengan anjloknya saham-saham utama seperti Micron, AMD, SanDisk, Broadcom, dan SK Hynix, serta penurunan saham Alphabet setelah laporan penundaan peluncuran model AI terbaru mereka, Gemini 3.5 Pro.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG diperkirakan cenderung menguat terbatas, meskipun ada potensi profit taking (aksi ambil untung) pasca penguatan dalam beberapa hari terakhir,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (17/7).




