ANALIS MARKET (25/6/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Penurunan
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Rabu (24/6), akibat berlanjutnya aksi jual saham-saham semikonduktor. Indeks Nasdaq Composite turun 0,43%, dan S&P 500 melemah 0,1%. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average menguat 0,35%. Sentimen negatif terutama dari sektor semikonduktor yang kembali mengalami aksi jual setelah koreksi tajam sebelumnya. Saham Micron Technology ditutup turun 0,3%, dan Sandisk melemah 2,5%. Tekanan juga terlihat pada VanEck Semiconductor ETF (SMH), yang mencerminkan kinerja saham-saham chip global. Selain itu, pelaku pasar kini menunggu laporan keuangan Micron yang dirilis setelah penutupan perdagangan. Konsensus analis yang dihimpun FactSet memperkirakan perusahaan membukukan laba US$ 20,83 per saham dengan pendapatan mencapai US$ 35,75 miliar. Penurunan harga minyak menyeret saham-saham energi. Saham Exxon Mobil, Chevron, ConocoPhillips, dan SLB masing-masing turun lebih dari 2%, sementara Energy Select Sector SPDR ETF (XLE) melemah lebih dari 1%.
Di sisi lain, Bursa Asia bervariasi pada perdagangan Rabu (24/6). Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,88%, dan Topix melemah 0,67%. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 3,26% dan Kosdaq meningkat 2%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,33%, Taiex Taiwan turun 2,24% CSI 300 China menguat 0,48%, dan ASX 200 Australia bertambah 0,24%. Selain itu, Straits Times naik 0,21% dan FTSE Malaysia bertambah 0,13%. Bursa Asia rebound dari aksi jual global yang dipimpin sektor teknologi yang kembali memunculkan kekhawatiran bahwa rally ekuitas yang didorong AI mungkin sudah berjalan terlalu jauh dan terlalu cepat. Di sisi lain, Ringkasan rapat kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang dirilis Rabu menunjukkan beberapa anggota dewan mengusulkan kenaikan suku bunga lebih lanjut setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuannya ke level 1% pada bulan ini, tertinggi dalam 31 tahun.
Sementara itu, IHSG kemarin (24/6), ditutup turun cukup dalam 3.56%, ke level 5,883.88 dan disertai dengan net sell asing 1.17 Tr. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TPIA, AMMN, BMRI dan BUMI.
“Setelah hasil pengumuman MSCI dan juga di ikuti dengan pelemahan rupiah IHSG kembali menembus level 6000, hari ini IHSG berpotensi melanjutkan penurunan. Diperkirakan Support IHSG: 5845-5750 dan Resist IHSG: 6010-6070,” sebut Muhammad Lutfi Permana selaku Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Kamis (25/6).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: MYOR, AADI, TLKM, KLBF, BFIN, dan UNVR.
Berikut ini rekomendasi tradingnya:
MYOR Spec Buy dengan area beli di 1850-1840, dengan target dekat di 1885-1910. Cutloss di bawah 1835.
AADI Spec Buy dengan area beli di 7950-7900, dengan target dekat di 8125-8200. Cutloss di bawah 7875.
TLKM Spec Buy dengan area beli di 2500-2480, cutloss di bawah 2470. Target dekat di 2540-2570.
KLBF Spec Buy dengan area beli di 765-755, cutloss di bawah 750. Target dekat di 780-790.
BFIN Spec Buy dengan area beli di 715-710, cutloss di bawah 705. Target dekat di 725-735.
UNVR Spec Buy dengan area beli di 1685-1675, cutloss di bawah 1670. Target dekat di 1710-1735.
Disclaimer on





