Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas

ANALIS MARKET (14/7/2026): Dibayangi Aksi Profit Taking, IHSG Kemungkinan Bergerak Dinamis

Oleh: Ria

14 Juli 2026, 09:01
ANALIS MARKET (14/7/2026): Dibayangi Aksi Profit Taking, IHSG Kemungkinan Bergerak Dinamis

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (13/7), IHSG ditutup menguat +113,48 poin (+1,92%) ke level 6.037,84.

Penguatan IHSG didorong oleh kombinasi sentimen stabilitas makroekonomi dan kepastian sektor energi, di mana keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level 'BBB' dengan outlook stabil memberikan sinyal positif bagi investor mengenai kredibilitas fiskal dan ketahanan ekonomi jangka panjang negara.

Kepercayaan pasar ini diperkuat oleh langkah strategis pemerintah melalui Kementerian ESDM yang menambah kuota produksi batu bara dan menetapkan kewajiban pasokan sebesar 212 juta ton bagi pemegang RKAB guna menjamin kebutuhan operasional PLN sebesar 154 juta ton pada 2026, yang secara keseluruhan menciptakan sentimen bullish karena memberikan kepastian pasokan energi bagi sektor industri sekaligus menstabilkan fundamental ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,26%), S&P 500 (-0,79%), & Nasdaq (-1,55%).

Pelemahan tersebut dipicu oleh kombinasi sentimen negatif di sektor teknologi, ketegangan geopolitik, dan kecemasan makroekonomi, di mana kekhawatiran mengenai pemangkasan belanja infrastruktur AI menyebabkan aksi jual masif pada emiten cip besar seperti Nvidia dan Intel.

Kondisi ini diperparah oleh eskalasi konflik di Selat Hormuz akibat kebijakan blokade kapal Iran yang memicu risiko inflasi energi, sehingga mendorong investor bersikap defensif dan melepas aset berisiko, termasuk saham perbankan, menjelang rilis laporan keuangan yang krusial pekan ini.

“IHSG kemungkinan akan bergerak dinamis. Meskipun ada potensi profit taking (aksi ambil untung) menyusul lonjakan signifikan kemarin dan sentimen negatif dari bursa AS, momentum breakout di atas 6.000 memberikan fondasi teknikal yang cukup solid untuk mempertahankan tren positif jika tekanan jual tidak terlalu massif,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (14/7).

Berita Terkini

See More