ANALIS MARKET (02/6/2026): IHSG Diperkirakan Masih Akan Bergerak Volatil
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (29/5), IHSG ditutup melemah -2,81 poin (-0,05%) ke level 6.127,38.
Pergerakan IHSG cenderung terbatas seiring efektifnya Rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026. Beberapa saham pemberat IHSG seperti: BBCA (-4,60%), BBRI (-3,91%), TLKM (- 1,94%), ASII (-2,44%), & BBNI (-3,65%).
Di sisi lain, saham-saham konglomerasi milik Pradjogo Pangestu kompak menguat signifikan, seperti BREN (+25%), BRPT (+24,76%), PTRO (+24,87%), CUAN (+24,75%), & CDIA (+12,58%).
Dari eksternal, investor cenderung optimis setelah menangkap sinyal bahwa Washington dan Teheran semakin dekat untuk mencapai kesepakatan sementara guna menghentikan konflik yang sempat memanas dalam tiga bulan terakhir.
Sementara itu, Wall Street tadi malam menguat, tercermin dari DJIA (+0,09%), S&P 500 (+0,26%), & Nasdaq (+0,42%).
Penguatan tersebut didorong oleh dua faktor utama, yaitu perkembangan positif geopolitik seiring pernyataan Presiden Trump bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan cepat, serta kebangkitan masif saham berbasis kecerdasan buatan (AI).
Sentimen AI ini dipicu oleh peluncuran superchip RTX Spark oleh Nvidia yang memicu efek domino pada kenaikan saham sektor software, hyperscaler, dan hardware seperti Microsoft, Oracle, Micron, dan Dell.
Selain itu, reli pasar ini juga didukung oleh melonjaknya saham IBM akibat video viral Presiden Trump, serta penguatan saham sektor energi (Exxon Mobil dan Chevron) yang terkerek oleh kenaikan harga minyak mentah dunia.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak volatil namun memiliki peluang untuk mengalami teknikal rebound (penguatan jangka pendek),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (02/6).





