See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
mentan andi amran sulaiman|izin usaha|Pupuk Subsidi|mahasiswa|distribusi
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman merespon cepat dengan mencabut izin distribusi pupuk subsidi terkait dugaan pelanggaran.
Hal tersebut dilakukan Mentan sebagai langkah tegas memperbaiki tata kelola demi produktivitas pangan Indonesia.
Adapun laporan terkait dugaan pelanggaran di sektor pertanian ini datang dari mahasiswa saat diskusi bersama sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia di Jakarta, Rabu (06/5).
"Dicabut (izinnya) tadi sudah dicabut. Cuma 10 menit dicabut karena (pencabutan izinnya melalui) online. Terima kasih mahasiswa, inilah yang kita harapkan," kata Mentan.
Forum tersebut dihadiri sekitar 118 perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah di Tanah Air.
Di kesempatan yang sama, Mentan mendapat dua laporan terkait dugaan peredaran bawang merah ilegal di Sumatera Utara serta kelangkaan pupuk subsidi bagi petani bawang merah di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Atas laporan tersebut Mentan langsung melakukan sambungan telepon kepada pihak terkait di daerah.
“Terima kasih mahasiswa. Inilah yang kita harapkan. Kalau ada pelanggaran, laporkan. Tidak boleh ada pembiaran. Kita berantas mafia, kita tindak tegas,” ucap Mentan.
Mentan bahkan langsung mencoba menghubungi aparat penegak hukum di Sumatera Utara terkait laporan bawang merah ilegal yang dinilai merugikan petani lokal.
Menurutnya, praktik ilegal seperti itu tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak harga pasar dan melemahkan kesejahteraan petani.
“Nah itu ditangkap, masukkan penjara. Kapan negeri ini bisa makmur kalau ada pembiaran? Sama dengan beternak kejahatan di republik ini,” ujarnya.
Selain itu, laporan dari mahasiswa asal NTB terkait kelangkaan pupuk subsidi juga langsung direspons cepat.
Mentan menegaskan akan segera menelusuri distribusi pupuk di wilayah tersebut dan memastikan tidak ada penyimpangan di lapangan.
Mentan juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik, khususnya di sektor pertanian.
Mentan mengapresiasi sikap mahasiswa yang dinilai kritis namun tetap konstruktif.