Nilai Tukar Rupiah Melemah, Menkeu Siap Tingkatkan Koordinasi KSSK
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 127,5 poin atau 0,71 persen menjadi Rp17.966 per dolar AS pada perdagangan Rabu sore.
Merespon hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Tujuannya tak lain untuk menstabilkan kembali kurs atau nilai tukar rupiah ini.
Hanya saja, Menkeu bilang, dirinya masih menghormati langkah intervensi Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas utama yang bertanggung jawab terhadap nilai tukar.
“Itu kan yurisdiksi bank sentral untuk menjaga nilai tukar. Itu biar mereka jalan dulu. Kami lakukan rapat berkala secara normal saja,” ujarnya dihadapan awak media di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu, (3/6).
“Tapi, kalau kami melihat ada koordinasi yang bisa ditingkatkan sehingga memperbaiki nilai tukar, kami akan lakukan,” sambungnya. Menurut Menkeu Purbaya, pelemahan nilai tukar rupiah ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar, alih-alih kinerja perekonomian nasional.
Ia menilai banyak isu dan spekulasi negatif yang beredar di kalangan pelaku pasar. Termasuk kabar bahwa ia meminta perbankan melakukan simulasi atau stress test terhadap nilai tukar rupiah bila melampaui level Rp18.000 per dolar AS.
“Kalau kita lihat, kan tiba-tiba saja pelemahannya satu-dua hari ini, karena ada isu macam-macam di pasar. Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress test kalau Rp18.000 lebih, padahal saya pernah isu seperti itu. Jadi, banyak isu di pasar yang membuat sentimen ke rupiah negatif,” beber Purbaya.
Terlepas dari itu, selaku Bendahara Negara dirinya akan berfokus pada tugas utamanya menjaga fundamental perekonomian nasional melalui berbagai langkah intervensi kebijakan yang bisa mendorong pertumbuhan.
Sebab, ia meyakini fundamental ekonomi yang kuat merupakan modal penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang.
“Supaya ekonominya berjalan terus semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Untuk saya fokusnya di situ,” ucap Purbaya.



