See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
strategi keuangan|Bank Indonesia|nilai tukar rupiah|rupiah melemah|Gubernur BI Perry Warjiyo
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Bank Indonesia (BI) berupaya untuk memperkuat nilai tukar mata uang rupiah terutama setelah rupiah melemah (undervalue) dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam jumpa pers selepas rapat terbatas Presiden Prabowo bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (05/5), mengungkapkan ada tujuh strategi BI untuk memperkuat nilai tukar mata rupiah dan hal tersebut sudah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.
Tujuh strategi itu, yang pertama, Bank Indonesia terus memperkuat intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk menjaga nilai tukar rupiah kembali stabil.
Strategi kedua dan ketiga, BI difokuskan kepada penguatan arus modal dan koordinasi fiskal-moneter.
Strategi ketiga, Bank Indonesia akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk membeli SBN dari pasar sekunder.
Yang keempat, Bank Indonesia bersama dengan Kementerian Keuangan menjaga likuiditas perbankan dan pasar uang tetap longgar.
Kemudian strategi kelima, Bank Indonesia juga memberlakukan pembatasan pembelian mata uang dolar AS di pasar domestik.
Kemudian, strategi keenam dan ketujuh terkait dengan penguatan intervensi di pasar offshore luar negeri serta peningkatan pengawasan terhadap aktivitas perbankan dan korporasi.
Terkait dengan strategi ketujuh, Perry menekankan pengawasan diperketat melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.
"Kami melaporkan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden merestui dan kemudian memberikan suatu penguatan-penguatan tujuh langkah penting yang ditempuh Bank Indonesia untuk membuat rupiah kuat, membuat rupiah itu stabil ke depan," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.