See More

19 Mei 2026, 15:58
19 Mei 2026, 15:46

19 Mei 2026, 15:31

19 Mei 2026, 14:32

19 Mei 2026, 14:15

19 Mei 2026, 12:43
BEI, IHSG|analisa market|PT Samuel Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Pasar saham AS ditutup melemah pada Jumat (15/5): Dow -1,07%, S&P 500 - 1,24%, dan Nasdaq -1,54%. Dow turun lebih dari 500 poin pada Jumat seiring pelemahan saham teknologi dan kenaikan imbal hasil US Treasury, setelah pertemuan antara Trump dan Xi tidak menghasilkan terobosan kebijakan yang signifikan. Yield US Treasury 10 tahun naik 2,49% ke 4,593%, sementara Indeks Dolar AS menguat 0,47% ke 99,28.
Pasar komoditas sebagian besar ditutup menguat pada Jumat (15/5): WTI naik 4,20% ke USD 105,42/bbl, Brent naik 3,35% ke USD 109,26/bbl, batu bara naik 2,32% ke USD 136,50/ton, CPO naik 0,61% ke MYR 4.420/ton, sementara emas turun 2,41% ke USD 4.540/oz.
Pasar Asia ditutup melemah pada Jumat (15/5): Hang Seng turun 1,62%, Nikkei turun 1,99%, dan Shanghai turun 1,02%. Pada Rabu (13/5), JCI turun 1,98% ke 6.723,32, dengan foreign net sell sebesar IDR 1.531,3 miliar, terdiri dari net sell IDR 1.346,5 miliar di pasar reguler dan net sell IDR 184,8 miliar di pasar negosiasi. Foreign net sell terbesar di pasar reguler tercatat pada BBRI (IDR 273,5 miliar), BMRI (IDR 139,7 miliar), dan AMMN (IDR 123,6 miliar), sementara foreign net buy terbesar tercatat pada TINS (IDR 41,8 miliar), PACK (IDR 31,2 miliar), dan TLKM (IDR 24,6 miliar). Top leading movers adalah CPIN, BNBR, dan BIPI, sementara top lagging movers adalah BBRI, TPIA, dan BREN.
Adapun diperdagangan Senin (18/5) pagi ini, KOSPI (-3,17%) dan Nikkei (-0,80%) dibuka melemah.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan JCI akan melemah seiring sentimen negatif dari pasar global dan regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset Senin (18/5).