ANALIS MARKET (08/6/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Tertekan
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (5/6), IHSG ditutup melemah - 245,02 poin (-4,20%) ke level 5.594,77.
Pelemahan tersebut dipicu oleh akumulasi risiko fiskal domestik, intervensi regulasi, dan tekanan capital outflow di tengah eskalasi sentimen _risk-off _global.
Dari sisi domestik, pasar merespons negatif melebarnya defisit APBN 2026 per Mei yang mencapai Rp180,4 triliun (0,7% terhadap PDB) serta kekhawatiran distorsi pasar akibat regulasi baru yang memberi wewenang kepada PT Danantara Sumberdaya Indonesia untuk menentukan harga jual dan margin ekspor BUMN.
Kombinasi ketidakpastian ini memicu aksi jual yang masif yang tercermin dari anomali net sell asing sebesar Rp3,74 triliun, yang kian diperparah oleh sentimen eksternal berupa ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengokohkan dolar AS sebagai safe haven hingga menekan nilai tukar Rupiah ke level all-time low di kisaran Rp18.030 per dolar AS.
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-1,35%), S&P 500 (-2,64%), & Nasdaq (-4,18%).
Pelemahan pada hari Jumat lalu dipicu oleh dua katalis utama, yaitu aksi jual massal di sektor teknologi dan lonjakan imbal hasil (yield) obligasi negara.
Nasdaq terseret oleh rontoknya saham-saham produsen chip raksasa (semiconductor) seperti Marvell dan Micron yang anjlok hingga dua digit.
Sentimen negatif ini diperparah oleh rilis data ketenagakerjaan AS bulan Mei yang tumbuh melampaui perkiraan; kuatnya data ekonomi ini memicu kekhawatiran bahwa suku bunga akan tetap ditahan tinggi, yang langsung mendongkrak yield obligasi AS tenor 10- tahun ke atas 4,5% dan mengonfirmasi kecemasan pasar terhadap membubungnya biaya pinjaman korporasi.
“IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung tertekan seiring minimnya katalis positif dari dalam negeri. Investor hari ini akan mencermati rilis data Cadangan Devisa Indonesia (Mei-26),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (08/6).





