ANALIS MARKET (08/4/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Pasardana.id - Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (7/4), IHSG ditutup melemah -18,40 poin (-0,26%) ke level 6.971,03.
IHSG terus mengalami tren pelemahan akibat minimnya katalis positif domestik dan depresiasi nilai tukar rupiah yang ditutup melemah 0,33% ke level 17.095 pada Selasa (7/4), setelah sempat menyentuh rekor terendah sepanjang masa (all-time low) di posisi 17.100 pada perdagangan intraday.
Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh tingginya harga minyak dunia yang membebani komitmen pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi, sehingga berdampak pada melebarnya defisit APBN selama 3M26.
Faktor eksternal turut memperburuk keadaan melalui konflik AS-Iran yang belum menemui titik temu, sehingga para pelaku pasar sepenuhnya memprediksi bahwa The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada bulan ini.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (-0,18%), S&P 500 (+0,08%), & Nasdaq (+0,10%).
Sentimen pasar saat ini didominasi oleh penghindaran risiko (risk aversion) akibat eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, terutama setelah Presiden Donald Trump memberikan tenggat waktu pembukaan Selat Hormuz dan memperingatkan risiko kehancuran peradaban seiring serangan militer AS ke Pulau Kharg.
Situasi geopolitik tersebut awalnya berhasil mendongkrak harga minyak mentah WTI, namun memicu volatilitas di pasar ekuitas di mana sektor teknologi mencatatkan hasil yang bervariasi; Broadcom melonjak +6,3% berkat perluasan kerja sama AI dengan Google, sedangkan saham Apple justru terkoreksi -2,1% akibat isu penundaan peluncuran iPhone lipat.
"Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan cenderung mixed dibayangi pelemahan nilai tukar Rupiah dan tensi geopolitik yang masih tinggi di Timur Tengah," sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (08/4).

