ANALIS MARKET (01/4/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (31/03), IHSG ditutup melemah -43,45 poin (-0,61%) ke level 7.048,22.

Pelemahan tersebut akibat kombinasi tekanan nilai tukar Rupiah yang mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS dan sentimen kebijakan domestik terkait pengetatan distribusi BBM bersubsidi.

Pelemahan ini diperparah oleh kekhawatiran pasar terhadap risiko pembengkakan defisit APBN di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia serta berlanjutnya aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Di saat yang sama, tensi geopolitik Timur Tengah belum mereda.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+2,49%), S&P 500 (+2,91%), & Nasdaq (+3,83%).

Penguatan tersebut menyusul laporan bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, terbuka untuk mengakhiri perselisihan regional di bawah jaminan tertentu.

Investor bereaksi positif terhadap upaya deeskalasi oleh Presiden Trump meskipun Selat Hormuz masih ditutup.

Meski menguat, kenaikan ini belum mampu menghapus volatilitas sepanjang bulan Maret.

“Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan cenderung mixed dengan adanya ruang penguatan pasca tertekan cukup dalam,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (01/4).