ANALIS MARKET (31/3/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (30/03), IHSG ditutup melemah -5,39 poin (-0,08%) ke level 7.091,67.

IHSG kembali melemah akibat minimnya sentimen positif dari dalam negeri serta tingginya ketidakpastian konflik di Timur Tengah.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan untuk melanjutkan program mandatori biodiesel B50 tahun ini, meskipun rencana tersebut sempat dibatalkan pada Januari 2026 lalu.

Sedangkan, dari sisi eksternal, tekanan bertambah karena pasar kini justru memprediksi adanya kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang, berbanding terbalik dengan harapan pemangkasan suku bunga sebelumnya di tahun 2026.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (+0,11%), S&P 500 (-0,39%), & Nasdaq (-0,73%).

Pasar saham Amerika Serikat mengalami pergerakan yang tidak menentu karena penurunan bunga obligasi pemerintah (Treasury) belum cukup kuat untuk memicu kenaikan harga saham secara menyeluruh.

Meskipun Ketua The Fed, Jerome Powell, memberikan pernyataan yang menenangkan terkait kenaikan harga minyak akibat ketegangan di Iran dan Laut Merah, para investor tetap waspada terhadap risiko kerusakan infrastruktur energi global.

Kondisi ini memicu rotasi investasi, di mana pelaku pasar mulai meninggalkan sektor teknologi dan beralih ke perusahaan energi serta utilitas yang dianggap lebih aman, hingga berhasil mencatatkan rekor harga tertinggi di tengah kekhawatiran pasar yang masih tinggi.

“Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan cenderung mixed dengan adanya ruang penguatan pasca tertekan cukup dalam,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (31/3).