ANALIS MARKET (30/3/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (27/03), IHSG ditutup melemah - 67,03 poin (-0,94%) ke level 7.097,06.

IHSG melanjutkan pelemahan akibat kombinasi tekanan sentimen domestik dan global.

Secara domestik, pasar kekurangan katalis positif dan diperberat oleh perlambatan pertumbuhan likuiditas perekonomian (M2) per Februari 2026 yang melandai ke angka 8,7% YoY atau setara Rp10.089,9 triliun, turun dibandingkan pertumbuhan Januari 2026 yang mencapai 10% YoY.

Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta pergeseran drastis ekspektasi kebijakan moneter AS; pelaku pasar kini memperkirakan adanya peluang sebesar 50% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada Desember 2026, membalikkan prediksi awal yang semula mengharapkan terjadinya dua kali penurunan suku bunga di tahun ini.

Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, seperti DJIA (-1,73%), S&P 500 (-1,67%), & Nasdaq (-2,15%).

Pelemahan tersebut dipicu oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan biaya energi yang memperparah aksi jual pasar secara luas.

Saham-saham raksasa teknologi tetap berada di bawah tekanan signifikan; Nvidia (-2,2%), Microsoft (-2,5%), dan Alphabet (-2,5%), sedangkan Meta mengalami penurunan lebih tajam sebesar -4% di tengah pergeseran sentimen risiko.

Sektor keuangan dan saham yang sensitif terhadap kredit juga kesulitan, terlihat dari JPMorgan (-3%) dan Visa (- 3,3%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan cenderung tertekan ditengah tensi geopolitik Timur Tengah yang penuh uncertainty,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (30/3).