Indeks Kospi Merosot 1,72 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 96,01 poin, atau sekitar 1,72 persen, pada Jumat (13/3/2026), menjadi 5.487,24.

Volume perdagangan moderat mencapai 893,6 miliar saham senilai 22,9 triliun won atau sekitar US$15,3 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 552 berbanding 336.

Angka indeks terpengaruh lonjakan harga minyak dunia setelah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan akan terus melakukan blokade di Selat Hormuz.

“Meski Amerika Serikat jelas mendominasi kekuatan militer, namun saat ini yang berada di posisi lebih kuat di Selat Hormuz adalah Iran,” jelas Han Ji-Young, periset Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Menurut Lee Kyoung-Min, periset Daishin Securities, tensi geopolitik terus membebani pasar modal, dengan harga minyak terus meningkat dipicu kabar bahwa Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz.

“Sektor-sektor seperti energi nuklir mendapat manfaat dari disahkannya RUU khusus tentang investasi AS,” kata Lee.

Majelis Nasional Republik Korea telah mengesahkan RUU khusus terkait janji investasi senilai US$350 miliar dari Korea Selatan kepada AS berdasarkan kesepakatan perdagangan antara kedua negara.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 1,46 triliun won dan 1 triliun won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 2,45 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 2,34 persen dan 2,15 persen. Saham perusahaan minyak SK Innovation dan S-Oil masing-masing terjun 7,48 persen dan 8,47 persen.

Saham perusahaan manufaktur pembangkit listrik tenaga nuklir Daewoo Engineering & Construction dan Hyundai Engineering & Construction masing-masing melambung 17,78 persen dan 5,59 persen.

Saham perusahaan pengembang video game Krafton melonjak 8,19 persen usai mengumumkan kerjasama dengan Hanwha Aerospace dalam mengembangkan teknologi AI.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 12,5 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.493,7 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 1,45 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 11,9 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 8.617,1. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami pelemahan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 33,66 poin, atau sekitar 0,82 persen, menjadi 4.095,45. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melemah 251,16 poin, atau sekitar 0,98 persen, menjadi 25.465,6.