ANALIS MARKET (11/3/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (10/03), IHSG ditutup menguat +103,54 poin (+1,41%) ke level 7.440,91.

IHSG akhirnya kembali bertenaga dan berhasil bangkit dari pelemahan tajam sebelumnya, didorong oleh kombinasi sentimen positif dari dalam dan luar negeri.

Dari sisi domestik, pasar merespons optimis proyeksi Bank Indonesia mengenai lonjakan belanja masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri yang diprediksi akan mendongkrak performa sektor ritel secara signifikan.

Sedangkan dari kancah global, kekhawatiran investor mereda setelah Donald Trump mengonfirmasi bahwa operasi militer AS di Iran akan selesai lebih cepat dari jadwal, yang dibarengi dengan rencana pencabutan sanksi minyak serta pengawalan kapal tanker di Selat Hormuz guna menjaga stabilitas harga energi dunia.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (- 0,07%), S&P 500 (-0,21%), & Nasdaq (+0,01%).

Pasar cenderung bergerak stagnan akibat keraguan investor dalam menyikapi isu perdamaian di tengah laporan serangan militer yang masih terus berlanjut.

Meski pasar sempat menguat berkat harapan berakhirnya konflik di Timur Tengah, kondisi berbalik tidak menentu setelah Gedung Putih mengklarifikasi bahwa belum ada pengawalan kapal tanker di Selat Hormuz seperti yang sempat diperkirakan sebelumnya.

Kelegaan dari penurunan harga minyak pun tertahan oleh sikap waspada investor yang memilih untuk memegang uang tunai (cash) menyusul adanya isu pemasangan ranjau laut oleh Iran.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed seiring investor masih terus mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (11/3).