Wall Street Melemah Dipicu Anjloknya Saham Teknologi

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Selasa (3/2/2026) dipicu anjloknya saham sektor teknologi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 166,67 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 49.240,99. Indeks S&P 500 melemah 58,63 poin, atau sekitar 0,84 persen, menjadi 6.917,81. Indeks komposit Nasdaq merosot 336,92 poin, atau sekitar 1,43 persen, menjadi 23.255,19.

Saham Nvidia dan Microsoft masing-masing terjun 3,2 persen. Saham Alphabet dan Amazon masing-masing anjlok 2 persen dan 3 persen.

Alphabet dan Amazon rencananya akan merilis laporan keuangan kuartalan pada pekan ini.

Saham sektor kesehatan melemah setelah Novo Nordisk memperingatkan kemungkina penurunan tajam penjualan tahunan. Saham Novo Nordisk terjun bebas 14 persen.

Saham Eli Lilly merosot 3,8 persen, saham Viking Therapeutics dan Structure Therapeutics masing-masing anjlok 4,2 persen dan 7,4 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2026 naik 6,1 persen menjadi US$4.935 per ons. Indeks dolar AS turun 0,24 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,1 persen, seiring melonjaknya saham sektor sumber daya dasar.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 26,97 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 10.314,59. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 16,73 poin menjadi 24.780,79.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 4 poin menjadi 18.119,2. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 1,67 poin menjadi 8.179,5.

Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS berada di kisaran 1,3672 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1587 euro per pound.