Indeks Kospi Melonjak 3,67 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 223,41 poin, atau sekitar 3,67 persen, pada Kamis (26/2/2026), mencapai rekor 6.307,27.
Volume perdagangan mencapai 1,4 miliar saham senilai 38,5 triliun won atau sekitar US$27 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 659 berbanding 239.
Angka indeks menguat mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu lonjakan saham sektor teknologi usai Nvidia mencatatkan peningkatan pendapatan kuartalan.
“Pergerakan indeks Kospi terpengaruh penguatan saham teknologi, peralatan elektronik, dan otomotif yang terlibat rantai nilai, setelah Nvidia melaporkan pendapatan kuartalan yang solid,” jelas Kang Jin-Hyuk, analis Shinhan Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor institusi dan ritel masing-masing meraup saham senilai 1,24 triliun won dan 658,8 miliar won, sedangkan investor asing meleps saham senili 2,1 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melambung 7,13 persen dan 7,96 persen. Saham LG Electronics meroket 10,05 persen usai Nvidia menyebut LG Electronics sebagai mitra bisnis fisik AI.
Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan perusahaan manufaktur suku cadang Hyundai Mobis masing-masing menguat 6,47 persen dan 12,67 persen. Sham perusahaan manufaktur peralatan elektronik HD Hyundai Electric dan perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics masing-masing naik 4,32 persen dan 2,2 persen.
Saham perusahaan makanan Nongshim dan perusahaan finansial KB Financial Group masing-masing merosot 3,23 persen dan 1,43 persen.
Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 3,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.425,8 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,5 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 47 poin, atau sekitar 0,51 persen, menjadi 9.175,3. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Vietnam, Thailand, dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Singapura, Indonesia, dan Malaysia melemah.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 0,6 poin menjadi 4.146,63.

