ANALIS MARKET (25/2/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (24/02), IHSG ditutup melemah -115,25 poin (-1,37%) ke level 8.280,83.
Pelemahan IHSG tidak lepas dari pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti AMMN (-4,49%), DSSA (- 2,96%), BRMS (-4,72%), BBCA (-1,03%), BRPT (-5,14%), & BUMI (- 7,43%).
Dari sisi fikal, Direktur Jenderal di Kementerian Keuangan, Suminto, mengatakan pada Senin (23/02) bahwa pemerintah dan Bank Indonesia menyepakati pelaksanaan debt switch surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder pada 2026 dengan nilai mencapai Rp173,4 triliun.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+0,76%), S&P 500 (+0,77%), & Nasdaq (+1,05%).
Penguatan tersebut seiring meredanya kekhawatiran bahwa AI akan segera menggantikan perangkat lunak perusahaan, dengan Salesforce naik +4,1% dan IBM naik +2,7% karena analis membela ketahanan layanan lama.
Lebih lanjut, DocuSign naik +2,6% setelah berita bahwa Claude Cowork milik Anthropic sekarang terhubung ke platformnya, memperkuat narasi AI sebagai pelengkap alat yang ada.
Optimisme ini mengimbangi kekhawatiran mengenai tarif global baru sebesar 10% yang mulai berlaku hari ini, bahkan ketika Gedung Putih bersiap untuk menaikkan tarif tersebut menjadi 15%.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed merespon katalis dari berbagai regional,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (25/2).

