ANALIS MARKET (25/2/2026): IHSG Berpotensi Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Pasar saham AS ditutup menguat pada Selasa (24 Feb): Dow +0,76%, S&P 500 +0,77%, dan Nasdaq +1,04%. Kenaikan dipimpin saham teknologi, termasuk penguatan Advanced Micro Devices dan saham perangkat lunak, seiring meredanya kekhawatiran terkait disrupsi industri akibat AI. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 0,05% ke 4,029%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,14% ke 97,84.

Pasar komoditas juga ditutup melemah pada Selasa (24 Feb): WTI turun 1,03% ke USD 65,63/barel, Brent turun 1,01% ke USD 70,77/barel, batu bara melemah 1,17% ke USD 118,00/ton, CPO turun 0,73% ke MYR 4.053/ton, dan emas terkoreksi 1,60% ke USD 5.144/ons.

Bursa Asia ditutup bervariasi pada Selasa (24 Feb): Hang Seng turun 1,10%, Nikkei naik 0,87%, dan Shanghai menguat 0,87%. IHSG melemah 1,37% ke 8.280,83, dengan net foreign buy sebesar Rp1.376,8 miliar, terdiri dari Rp621,9 miliar di pasar reguler dan Rp754,9 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing terbesar di pasar reguler terjadi pada IMPC (Rp141,1 miliar), BUMI (Rp102,2 miliar), dan BIPI (Rp72,6 miliar), sementara net buy terbesar tercatat pada BMRI (Rp577,8 miliar), TLKM (Rp212,7 miliar), dan ASII (Rp142,9 miliar). Saham penggerak utama penguatan adalah MEGA, BMRI, dan TLKM, sedangkan penekan utama adalah AMMN, DSSA, dan BRMS.

Adapun diperdagangan Rabu (25/2) pagi ini, KOSPI (+0,67%) dan Nikkei (+1,11%) dibuka menguat.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat, didukung sentimen positif dari pasar global dan regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset Rabu (25/2).