ANALIS MARKET (23/2/2026): IHSG Diperkirakan Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Pasar AS ditutup menguat pada Jumat (Feb 20): Dow +0.47%, S&P 500 +0.69%, dan Nasdaq +0.90%. Saham-saham AS naik setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif darurat Donald Trump, sehingga meredakan kekhawatiran biaya dan inflasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0.38% menjadi 4.083%, sementara Indeks Dolar AS turun 0.13% ke 97.80.

Pasar komoditas ditutup bervariasi pada Jumat (Feb 20): WTI turun 0.06% ke USD 66.39/bbl, Brent naik 0.14% ke USD 71.76/bbl, batu bara turun 0.90% ke USD 120.45/ton, CPO melemah 0.61% ke MYR 4,092/ton, dan emas melonjak 2.23% ke USD 5,107/oz.

Pasar Asia ditutup melemah pada Jumat (Feb 20): Hang Seng turun 1.10%, Nikkei turun 1.12%, dan Shanghai tutup. IHSG turun 0.03% ke 8,271.77, dengan net foreign buy sebesar IDR 240.5 billion, terdiri dari IDR 360.9 million net sell di pasar reguler dan IDR 240.9 billion net buy di pasar negosiasi. Net foreign sell terbesar di pasar reguler tercatat pada BBCA (IDR 158.6 billion), BUMI (IDR 145.1 billion), dan ANTM (IDR 130.2 billion), sementara net foreign buy terbesar terjadi pada BBRI (IDR 404.4 billion), BMRI (IDR 173.5 billion), dan ENRG (IDR 93.5 billion). Top leading movers adalah BBRI, AMMN, dan FILM, sementara top lagging movers adalah DSSA, BYAN, dan BRPT.

Adapun diperdagangan Senin (23/2) pagi ini, KOSPI 225 dibuka naik 1.26%, sementara Nikkei tutup.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diperkirakan bergerak menguat, didukung sentimen positif global,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset Senin (23/2).