Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (22/10/2026): IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways Cenderung Melemah

Oleh: Ria

22 Oktober 2026, 07:54
ANALIS MARKET (22/10/2026): IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways Cenderung Melemah

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi memimpin penguatan Wall Street, setelah hasil kinerja kuartalan dari SpaceX dan Super Micro Computer meningkatkan minat investor terhadap saham-saham terkait dengan AI. Sedangkan, pelemahan pada saham sektor layanan komunikasi membatasi kenaikan indeks. Rabu (21/10), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,69%; S&P 500 menguat 0,58%; dan Nasdaq Composite melonjak 1,05%. Di sektor teknologi, merupakan segmen kinerja terkuat adalah industri chip, dengan kenaikan 2% pada indeks Philadelphia Semiconductor. Saham SpaceX ditutup naik 7,8% setelah perseroan mencatatkan laba pertamanya sebagai perusahaan publik. Menyusul laporan tersebut, Musk menyatakan bahwa merger antara SpaceX dan Tesla akan menjadi "ide yang bagus," yang turut mendorong kenaikan saham Tesla. Saham Super Micro melonjak 9,6%. Produsen server untuk kebutuhan AI tersebut memproyeksikan pendapatan dan margin laba kuartalan melampaui konsensus. Laporan tersebut juga memberikan sentimen positif bagi perusahaan sejenis, yakni HPE naik 3,7% dan Dell naik 5,3%.

Di sisi lain, Bursa Asia beragam dengan mayoritas naik pada perdagangan Rabu (21/10). Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,85%; dan Topix naik 0,86%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong melemah 0,9%; dan CSI 300 China turun 0,97%. Sementara, TAIEX Taiwan menguat 1,28%; KOSPI Korea Selatan melesat 3,29%; dan ASX 200 Australia naik 0,16%. Di sisi lain, FTSE Straits Times menguat 0,63%; dan FTSE Malay KLCI naik 0,17%. Secara terpisah, ByteDance, Alibaba, dan Tencent dilaporkan telah memesan lebih dari 3 juta GPU Nvidia RTX PRO 5500 senilai lebih dari US$ 35 miliar. Ekspor Jepang pada bulan September naik 16,7% dibandingkan tahun lalu, lebih rendah dari perkiraan namun masih menunjukkan permintaan yang solid untuk semikonduktor dan produk terkait AI. Sedangkan ekspor Korea Selatan melonjak 105,4% dalam 20 hari pertama pada bulan Okt-26 dibandingkan periode sama tahun lalu. Lonjakan tersebut dipimpin oleh rekor penjualan chip yang didorong oleh investasi AI secara global. Di domestik, BI kembali mempertahankan suku bunga acuan dalam RDG pada 20-21 Oktober 2026, yang memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%.

Sementara itu, IHSG kemarin (21/10) ditutup naik 0.94%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp528 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, ANTM, TLKM, BBRI, dan AADI.

“IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 5150-5200 dan Resist IHSG: 5400-5480,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Kamis (22/10).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: AMMN, DSSA, INCO, MAPA, KLBF, dan PGEO.

Berikut ini trading plan-nya:

AMMN Spec Buy dengan area beli di 3640-3740, cutloss di bawah 3600. Target dekat di 3800-4000.

DSSA Spec Buy dengan area beli di 725-740, cutloss di bawah 715. Target dekat di 760-810.

INCO Spec Buy dengan area beli di 3650-3710, cutloss di bawah 3620. Target dekat di 3800-3880.

MAPA Spec Buy dengan area beli di 540-545, cutloss di bawah 520. Target dekat di 565-585.

KLBF Spec Buy dengan area beli di 690-695, cutloss di bawah 690. Target dekat di 705-725.

PGEO Spec Buy dengan area beli di 975-1000, cutloss di bawah 975. Target dekat di 1025-1035.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More