Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (21/10/2026): IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Oleh: Ria

21 Oktober 2026, 08:03
ANALIS MARKET (21/10/2026): IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1%, mengungguli S&P 500. Selasa (20/10), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1,02%; S&P 500 menguat 0,28%; dan Nasdaq Composite turun tipis 0,02%. Saham Eli Lilly menjadi kontributor poin terbesar, sementara UnitedHealth, Merck & Co, Johnson & Johnson, dan Amgen turut mendorong blue-chip. Saham Netflix anjlok 1,7%, Meta turun 1,6%, dan Alphabet melemah 1%. Sementara, SpaceX melaporkan laba Q3 jauh melampaui perkiraan, sehingga harga saham naik sebesar 4%. Netflix mengeluarkan proyeksi laba Q4F yang lebih lemah dari ekspektasi, sehingga harga saham turun 6%. Meta dan Tesla dijadwalkan untuk merilis laporan kinerja pada Rabu (21/10). Saham General Motors anjlok 6,8% setelah perseroan mengisyaratkan adanya tekanan dalam beberapa bulan mendatang akibat kenaikan biaya komoditas dan penurunan penjualan truk. Sedangkan, saham 3M naik 5,8% setelah perseroan menyatakan akan memperluas kemitraan pusat data dengan Amazon, serta menerbitkan waran kepada anak perusahaan Amazon untuk membeli saham biasa 3M senilai lebih dari US$ 521 juta. Saham perusahaan pelaporan kredit Equifax melonjak 11,3% setelah melaporkan laba kuartal ketiga yang melampaui estimasi analis. Saham Hasbro juga melesat 11,2% setelah perseroan menaikkan proyeksi setahun penuh untuk pendapatan secara keseluruhan maupun bisnis permainan digitalnya.

Di sisi lain, Bursa saham Asia terkoreksi pada perdagangan Selasa (20/10), sementara harga minyak mentah kembali naik. Selain itu, pasar mencermati meningkatnya risiko geopolitik serta menanti laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar yang menjadi penentu arah investasi AI. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,3%; Topix turun 1,4%. Sejalan, Hang Seng Hong Kong melemah 1,3%; TAIEX Taiwan turun 1,1%; CSI 300 China terkoreksi 0,5%; KOSPI Korea Selatan anjlok 3,7%; dan ASX 200 Australia berkurang 0,3%. Sementara, FTSE Straits Times melemah 0,15%; dan FTSE Malay KLCI menguat 0,24%. Tekanan di pasar saham menjelang rilis kinerja sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Meta Platforms pada Rabu (21/10), serta Tesla dan produsen semikonduktor Lam Research dan Texas Instruments pada akhir pekan ini. Penurunan tersebut akibat terseret saham sektor teknologi yang meluas ke pasar, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai perusahaan yang meminjam terlalu banyak uang untuk pengembangan AI. Di sisi lain, bank sentral China mempertahankan suku bunga acuan kredit LPR pada Okt-26. Suku bunga LPR tenor satu tahun dipertahankan di level 3%, sedangkan LPR tenor lima tahun tetap sebesar 3,5%. Sementara itu, IHSG kemarin (20/10) ditutup naik 5.65%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp2.13 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BMRI, ISAT, dan MDKA.

“Karena IHSG kemarin break di atas 5200, masih ada potensi untuk coba naik ke 5400-5450, tetapi tetap naik untuk jualan. Karena masih ada ketidakpastian MSCI dan juga potensi kenaikan BI rate hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 5060-5170 dan Resist IHSG: 5400-5450,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Rabu (21/10).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: ASII, TPIA, PTRO, BULL, RAJA, dan INDY.

Berikut ini trading plan-nya:

ASII Spec Buy dengan area beli di 4430-4500, cutloss di bawah 4400. Target dekat di 4580-4630.

TPIA Spec Buy dengan area beli di 1265-1275, cutloss di bawah 1240. Target dekat di 1300-1400.

PTRO Spec Buy dengan area beli di 3060-3150, cutloss di bawah 3030. Target dekat di 3200-3400.

BULL Spec Buy dengan area beli di 266-268, cutloss di bawah 260. Target dekat di 278-284.

RAJA Spec Buy dengan area beli di 478-484, cutloss di bawah 470. Target dekat di 492-520.

INDY Buy if Break 2170, dengan target dekat di 2300-2400. Cutloss di bawah 2060.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More