Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|Kiwoom Sekuritas

ANALIS MARKET (21/10/2026): Buy on Weakness

Oleh: Ria

21 Oktober 2026, 08:45
ANALIS MARKET (21/10/2026): Buy on Weakness

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Kontrak berjangka (futures) saham AS menguat pada hari Rabu, dengan Nasdaq 100 futures naik 0,7% dan S&P 500 futures naik 0,2%.

Kenaikan ini dipimpin oleh saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) setelah Super Micro Computer melonjak lebih dari 15% berkat hasil kinerja awal yang solid, yang meningkatkan optimisme terhadap permintaan infrastruktur AI.

Dell Technologies, Hewlett Packard Enterprise, CoreWeave, dan Nebius Group juga mencatatkan penguatan.

Saham SpaceX naik 8% setelah pendapatan kuartal ketiga melonjak 161% menjadi US$14,58 miliar.

Elon Musk juga mengungkapkan bahwa SpaceX dan Tesla telah membentuk komite khusus untuk menjajaki kemungkinan merger.

Sebaliknya, saham Netflix turun lebih dari 5% setelah mencatat pertumbuhan penjualan paling lambat dalam tiga tahun terakhir dan memproyeksikan perlambatan pertumbuhan untuk kuartal keempat berturut-turut.

SENTIMEN PASAR: Sentimen pasar global cenderung berhati-hati seiring dengan penilaian investor terhadap valuasi saham teknologi, keberlanjutan investasi AI, dan prospek pertumbuhan ekonomi. Data perumahan AS menunjukkan pembangunan rumah baru turun 5,2% pada bulan September, sementara penjualan rumah yang tertunda (pending home sales) merosot ke rekor terendah, yang mencerminkan tekanan suku bunga hipotek terhadap permintaan. Dari sisi korporasi, hasil kinerja awal Super Micro Computer mendukung ekspektasi pertumbuhan industri AI, namun kinerja Netflix menunjukkan bahwa prospek pertumbuhan masih bervariasi di antara berbagai perusahaan. Investor juga tengah menantikan pertemuan Federal Reserve minggu depan untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS.

GEOPOLITIK: Perkembangan dalam negosiasi AS-Iran menjadi faktor kunci yang memengaruhi dinamika pasar energi. Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, bertemu dengan pejabat tinggi diplomatik dan militer Iran di Teheran untuk membahas hubungan bilateral serta perkembangan negosiasi dengan Washington. Meski demikian, seorang diplomat yang terlibat dalam pembicaraan tersebut membantah bahwa kesepakatan akan segera tercapai. Risiko keamanan pasokan juga meningkat akibat permusuhan yang melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran, serta konflik Rusia-Ukraina. Setidaknya 18 kapal dilaporkan diserang di Selat Hormuz selama dua minggu terakhir. Di tengah situasi ini, aliran minyak dari Timur Tengah telah pulih hingga mencapai sekitar 80% dari tingkat sebelum perang.

REGULASI & KEBIJAKAN: Prospek kebijakan moneter Amerika Serikat dan Jepang tetap menjadi fokus para investor. Di AS, pasar menantikan keputusan Federal Reserve minggu depan untuk mendapatkan kejelasan mengenai arah suku bunga selanjutnya. Data sektor perumahan yang melemah merupakan salah satu indikator yang dapat memengaruhi penilaian bank sentral terhadap kondisi ekonomi. Sementara itu, pernyataan bernada hawkish (cenderung mendukung pengetatan kebijakan) dari pimpinan Bank of Japan belum memberikan dukungan yang signifikan bagi mata uang yen. Tingginya permintaan dalam lelang obligasi pemerintah Jepang tenor 20 tahun menunjukkan bahwa investor masih tertarik pada instrumen dengan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi, yang sekaligus memengaruhi pergerakan imbal hasil obligasi jangka panjang.

PENDAPATAN TETAP & MATA UANG: Imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun turun hampir 5 basis poin (bps) menjadi 5,09%, mendekati level terendah dalam satu bulan terakhir, sejalan dengan penurunan harga minyak dan data sektor perumahan AS yang melemah. Sebaliknya, imbal hasil US Treasury tenor 2 tahun naik 2 bps menjadi 4,80% pada 20 Oktober 2026. Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke level 101,5, yang merupakan posisi terendah dalam sekitar tiga minggu terakhir. Di Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun ke kisaran 2,9% setelah lelang obligasi tenor 20 tahun mencatatkan permintaan tertinggi yang pernah ada, sementara imbal hasil tenor 2 tahun stabil di angka 1,90%. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran JPY158,5 per Dolar AS, meskipun terdapat pernyataan bernada hawkish dari pimpinan Bank of Japan (BoJ).

PASAR EROPA & ASIA: Saham-saham Eropa ditutup cenderung melemah. Indeks FTSE 100 Inggris berakhir sedikit lebih rendah, namun berhasil memangkas kerugian dari level terendah harian. Indeks DAX 40 Jerman turun tipis ke angka 25.304, di mana pelemahan pada saham sektor teknologi dan industri diimbangi oleh penguatan di sektor utilitas dan otomotif. Indeks CAC 40 Prancis terkoreksi 0,4% menjadi 7.838, sementara indeks STOXX Europe 600 (EU600) turun 0,14% ke level 638,64 pada Selasa, 20 Oktober 2026.

-Saham-saham Asia sebagian besar melemah. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,3% menjadi 64.075, mencatatkan level terendah dalam satu bulan. Indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,3%, atau 319 poin, menjadi 23.868, dengan saham sektor layanan teknologi dan ritel memimpin penurunan. Indeks Shanghai Composite naik tipis 0,12% menjadi 3.735,4, sementara indeks Shenzhen Component turun 0,14% menjadi 11.801,3. Di India, indeks BSE Sensex melemah sekitar 1,2% menjadi 73.853 pada hari Senin, mengakhiri tren penguatan selama dua hari berturut-turut. Indeks Straits Times (STI) Singapura turun 0,2% menjadi 5.404 pada Selasa pagi, terutama akibat tekanan pada sektor teknologi, keuangan, mineral non-energi, dan manufaktur industri.

KOMODITAS: Harga komoditas bergerak bervariasi. Minyak mentah Brent tercatat berada di harga US$108,79/barel, turun 0,69%, sementara minyak mentah WTI berada di kisaran US$101,79/barel, melemah 1,80%. Meskipun terkoreksi, harga minyak telah mencatatkan kenaikan lebih dari 10% sepanjang bulan ini. Harga kontrak berjangka batu bara stabil di kisaran US$150,65/ton, turun tipis 0,03%, mendekati level tertinggi dalam tiga tahun seiring tingginya harga LNG yang mendorong peralihan ke pembangkit listrik tenaga batu bara. Harga emas melemah 0,37% menjadi US$4.125/ounce. Harga kontrak berjangka tembaga tercatat di kisaran US$660,35/lb, dengan perubahan harga sebesar +0,43%, di tengah ekspektasi bahwa AS mungkin membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap impor tembaga olahan. Harga minyak sawit Malaysia menguat 1,77% menjadi MYR4.595/ton, didorong oleh kenaikan harga minyak nabati di bursa Dalian, Tiongkok. Harga timah naik 0,97% menjadi US$51.334/ton, sementara harga nikel menguat 0,86% menjadi US$15.662/ton setelah pulih dari level terendahnya dalam hampir sepuluh bulan.

AGENDA HARI INI:

-Jepang (JP): Neraca Perdagangan bulan September.

-Inggris (GB): Tingkat Inflasi (YoY) bulan September.

INDONESIA: Investasi hilirisasi mencapai Rp1.199 triliun untuk periode kuartal IV-2024 hingga September 2026. Sepanjang Januari–September 2026, realisasi investasi mencapai Rp480 triliun, tumbuh 11,3% secara tahunan (YoY) dan berkontribusi sebesar 31,2% terhadap investasi nasional. Sektor mineral mendominasi dengan nilai Rp335,1 triliun, sementara 78% investasi terealisasi di luar Pulau Jawa, terutama di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Pada kuartal III-2026, investasi hilirisasi tumbuh 19,4% (YoY) menjadi Rp179,9 triliun.

-Selain itu, belanja APBN pada kuartal IV-2026 diperkirakan mencapai Rp1.300 triliun, meningkat dari Rp1.200 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. CORE Indonesia memperingatkan adanya risiko pelebaran defisit hingga Rp807 triliun jika pendapatan negara hanya mencapai target sebesar Rp3.153,6 triliun. Agar defisit tetap berada di bawah 3% terhadap PDB, pendapatan negara perlu mencapai setidaknya Rp3.190 triliun. Risiko lainnya mencakup kenaikan biaya utang dan penurunan kualitas belanja. Pemerintah tetap menargetkan defisit sebesar 2,58% terhadap PDB, dengan mengandalkan efisiensi anggaran serta opsi penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan.

-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 5,65% ke level 5.278,89 pada perdagangan hari Selasa (20/10/26). Investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp2,13 triliun di pasar reguler, atau total jual bersih sebesar Rp2,19 triliun di seluruh pasar, sementara transaksi tunai dan negosiasi mencatatkan jual bersih sebesar Rp80,33 miliar. Akumulasi jual bersih asing sepanjang tahun berjalan (YTD) mencapai Rp118,57 triliun. Tekanan jual asing terbesar terjadi pada saham BBCA, BBRI, BMRI, ISAT, MDKA, ICBP, AADI, TINS, ADRO, dan BRIS. Sementara itu, aliran masuk dana asing terbesar tercatat pada saham TLKM, TPIA, GOTO, PTRO, DEWA, BRPT, UNTR, RAJA, EXCL, dan CDIA. Nilai tukar Rupiah menguat, bergerak di kisaran Rp18.000 per Dolar AS pada hari Selasa, seiring dengan melemahnya indeks Dolar AS dan pelaku pasar yang mencermati prospek kebijakan The Fed menjelang pertemuan bulan Oktober.

-Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami rebound dan mendekati level resistensi terdekatnya, namun posisinya masih jauh di bawah EMA10, EMA20, dan EMA50, yang menunjukkan bahwa tren bearish masih kuat. Indikator RSI (14) naik ke level 28,67, yang mengindikasikan kondisi oversold (jenuh jual), sehingga membuka peluang untuk rebound teknikal lebih lanjut. Jika IHSG mampu menembus kembali area 5.317, terdapat potensi rebound menuju level resistensi di kisaran 5.607 – 5.631. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan IHSG menembus level dukungan (support) di 4.999 / 4.980 / 4.907, maka hal tersebut berisiko memperpanjang pelemahan menuju area 4.456 (FR 161,80%), 4.173, atau 4.000.

“Para investor disarankan untuk tetap berhati-hati, menerapkan strategi selektif buy on weakness (membeli saat harga melemah), serta menunggu konfirmasi penembusan level resistensi sebelum melakukan akumulasi secara lebih agresif,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Rabu (21/10).

Berita Terkini

See More