Harga Batu Bara|produksi semen|penjualan semen|Office of Chief Economist Bank Mandiri

Harga Batu Bara Kerek Biaya Produksi, Margin Industri Semen Bakal Tertekan

Oleh: Adi

21 Oktober 2026, 11:11
Harga Batu Bara Kerek Biaya Produksi, Margin Industri Semen Bakal Tertekan

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Penjualan semen domestik pada 3Q26 mencapai 18,7 juta ton atau tumbuh 4,8% yoy, meningkat dari pertumbuhan 3Q25 yang terkontraksi sebesar -2,3% yoy.

Lebih rinci, penjualan semen curah tumbuh 8,6% yoy pada 3Q26 (vs. -8,1% yoy pada 3Q25), lebih tinggi daripada semen kantong yang tumbuh 3,2% yoy (vs. 0,4% yoy pada 3Q25).

Sementara pertumbuhan semen curah yang lebih tinggi daripada semen kantong sejak 2Q26 menandakan aktivitas konstruksi infrastruktur menjadi penopang utama dibandingkan konstruksi residensial.

Menanggapi data itu, Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri dalam risetnya, Rabu (21/10/2026), memperkirakan penjualan semen domestik pada 2026 sebesar 66,5 juta ton atau tumbuh 4,0% yoy, lebih tinggi dibandingkan 2025 yang terkontraksi -1,5% yoy.

Menurut riset itu, realisasi Januari–September 2026 yang tumbuh 8,3% yoy membuka potensi upside terhadap perkiraan tersebut.

"Kami melihat pada 4Q26, industri semen menghadapi tekanan biaya produksi masih tinggi seiring kenaikan harga batu bara sebesar 38% yoy. Biaya bahan bakar batubara menyumbang 19,7% dari total biaya produksi semen," bunyi riset Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri.

Adapun produsen semen mulai menaikkan harga, tercermin dari Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) semen yang tumbuh 7,4% yoy, namun kenaikan biaya produksi diperkirakan sebesar 8,4%. Hal ini menunjukkan margin industri semen akan tertekan pada 2026.

Berita Terkini

See More