ANALIS MARKET (20/10/2026): IHSG Berpotensi Sedikit Teknikal Rebound ke Level 5020-5160
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street bervariasi dengan Nasdaq Composite memimpin penguatan usai ditutup naik 1%, seiring kembalinya minat investor terhadap sektor chip dan saham-saham lain terkait AI setelah aksi jual tajam pekan lalu. Selain itu, menantikan laporan laba perusahaan-perusahaan utama. Senin (19/10), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,07%; S&P 500 naik 0,41%; dan Nasdaq Composite menguat 1,11%. Sektor barang konsumsi non-primer mencatat kinerja terkuat dengan kenaikan 2,7%, diikuti oleh sektor teknologi naik 1,2%. Sedangkan, sektor utilitas turun 2%, dan sektor real estate melemah 1,2%. Perusahaan media sosial Meta, ditutup turun 0,5%, dijadwalkan untuk melaporkan kinerjanya pada hari Rabu, bersama dengan perusahaan kendaraan listrik Tesla, sementara SpaceX dijadwalkan untuk memberikan laporan pada hari Selasa. Saham CoreWeave pada aksi jual pekan lalu setelah sahamnya anjlok lebih dari 25% akibat kekhawatiran terkait beban utang sebesar US$ 50 miliar. Perdagangan saham penyedia layanan komputasi awan ini berakhir dengan penurunan 0,4%, setelah sempat mencatat kenaikan di awal sesi, yang tampak dipicu oleh keputusan Goldman Sachs untuk menaikkan peringkat dari "netral" menjadi "buy".
Di sisi lain, Bursa Asia bervariasi dengan mayoritas naik pada perdagangan Senin (19/10). Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,62%; dan Topix menguat 0,04%. Di China daratan, CSI 300 naik 0,09%. Sementara, perekonomian China menunjukkan pemulihan pada 3Q26 dengan PDB mencapai 4,5% YoY, melampaui konsensus dan mengurangi tekanan terhadap pemerintah untuk menggelontorkan stimulus ekonomi yang lebih agresif. Data Biro Statistik Nasional China menunjukkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebesar 4,4%. Selain itu, indeks TAIEX Taiwan turun 0,61%; KOSPI Korea Selatan melesat 1,76%; ASX 200 Australia naik 0,44%; FTSE Straits Times terkoreksi 0,07%; dan FTSE Malay KLCI berkurang 0,75%. Di sisi lain, harga minyak turun setelah keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mencabut beberapa sanksi terhadap Rusia, meskipun ia kemudian mengatakan keputusan akhir tentang masalah tersebut belum dibuat. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Sabtu bahwa presiden akan membutuhkan waktu hingga 60 hari untuk menilai dampak ekonomi dari langkah tersebut. Sementara itu, Iran melaporkan bahwa sebuah kapal tanker lain telah menabrak ranjau di Selat Hormuz.
Sementara itu, IHSG kemarin (19/10) ditutup turun 3.64%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp2.28 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, TLKM, BMRI dan AADI.
“IHSG berpotensi sedikit teknikal rebound ke 5020-5160. Bisa pergunakan untuk take profit terlebih dulu, karena potensi lanjut koreksi masih terbuka selama ketidakpastian MSCI masih ada. Diperkirakan Support IHSG: 4750-4850 dan Resist IHSG: 5020-5160,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Selasa (20/10).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: KLBF, EMAS, TAPG, ESSA, INKP, dan ERAA.
Berikut ini trading plan-nya:
KLBF Buy if Break 660, dengan target dekat di 680-705. Cutloss di bawah 630.
EMAS Buy on Weakness dengan area beli di 6575-6625, cutloss di bawah 6500. Target dekat di 6800-7000.
TAPG Buy on Weakness dengan area beli di 1700-1730, cutloss di bawah 1700. Target dekat di 1770-1800.
ESSA Buy on Weakness dengan area beli di 462-470, cutloss di bawah 452. Target dekat di 490-496.
INKP Spec Buy dengan area beli di 6475-6500, cutloss di bawah 6400. Target dekat di 6750-6900.
ERAA Buy on Weakness dengan area beli di 486-494, cutloss di bawah 480. Target dekat di 498-510.
Disclaimer on





