Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Wall Street Menguat
Oleh: Rezy

foto: istimewa
Pasardana.id - Wall Street menguat pada Kamis (1/10/2026) dipicu penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.
Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 20,51 poin menjadi 50.926,56. Indeks S&P 500 meningkat 14,91 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 7.666,45. Indeks komposit Nasdaq berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 10,53 poin menjadi 26.871,6.
Angka indeks sempat melemah di awal sesi perdagangan dipicu mencuatnya kekhawatiran inflasi setelah laporan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah klaim tunjangan pengangguran awal mingguan turun ke angka 197.000, lebih rendah dari perkiraan para ekonom sebesar 200.000.
Imbal hasil obligasi 10 tahun AS sempat mencapai level tertinggi dalam 24 tahun terakhir.
Kekhawatiran inflasi semakin meruncing usai laporan yang dirilis Institute for Supply Management menunjukkan indeks manajer pembelian manufaktur turun ke angka 54,5 bulan lalu dan terjadi lonjakan harga input.
Namun imbal hasil obligasi AS turun setelah Wakil Chairman Federal Reserve Philip Jefferson menyebut bank sentral AS akan bersabar sebelum meningkatkan suku bunga lagi, setelah meningkatkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September.
Imbal hasil obligasi dua tahun AS, yang biasanya bergerak seirama dengan ekspektasi suku bunga The Fed, turun sekitar 10 basis poin dan berada di jalur penurunan harian terbesar sejak Agustus 2025.
Peningkatan harga minyak dunia membuat indeks sektor energi S&P 500 melonjak 1,9 persen, menjadi sektor dengan kinerja terbaik dari 11 sektor utama indeks S&P 500.
Indeks sektor teknologi meningkat 0,8 persen setelah indeks sektor piranti lunak melonjak 1 persen usai saham Accenture meroket 15,96 persen setelah memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan melampaui estimasi.
Saham Micron Technology melambung 3 persen usai memperkirakan pendapatan melampaui ekspektasi dan mendapat komitmen pelanggan senilai US$32 miliar dalam perjanjian pasokan.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik dipicu data inflasi AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2026 naik 0,4 persen menjadi US$4.202,3 per ons.
Peningkatan harga emas berjangka terbatasi penguatan nilai tukar dolar AS, dengan indeks dolar AS naik 0,58 persen.
Bursa saham Eropa melemah pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,3 persen, dipicu anjloknya saham sektor perbankan dan keuangan.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, merosot 177,73 poin, atau sekitar 1,68 persen, menjadi 10.428,27. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 259,84 poin, atau sekitar 1,03 persen, menjadi 24.939,35.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, berkontraksi 420,9 poin, atau sekitar 2,17 persen, menjadi 19.005,3. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 129,2 poin, atau sekitar 1,62 persen, menjadi 7.835,31.
Nilai tukar poundsterling melemah 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi 1,3225 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1736 euro per pound.




