ANALIS MARKET (02/10/2026): IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Bursa saham AS rebound dari penurunan awal dan ditutup naik pada perdagangan Kami (1/10). Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,04%; S&P 500 menguat 0,20%; dan Nasdaq Composite bertambah 0,04%. Penguatan tersebut dari level terendah dalam dua minggu seiring berbaliknya arah aksi jual obligasi global yang sebelumnya sempat mendorong yield Surat Utang Negara (SUN) AS ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Hal tersebut memicu kekhawatiran bahwa inflasi dapat memaksa The Fed menjadi lebih agresif dalam menaikkan suku bunga. Sektor teknologi juga menunjukkan penguatan 0,8%. Saham-saham perangkat lunak naik 1% terdorong oleh hasil kinerja Accenture. Saham perusahaan konsultan TI tersebut melonjak setelah memproyeksikan pertumbuhan pendapatan setahun penuh di atas perkiraan. Sementara, saham Micron Technology naik 3% didorong oleh proyeksi pendapatan yang lebih baik dari perkiraan serta komitmen pesanan pelanggan senilai $32 miliar di bawah perjanjian pasokan. Kementerian Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran mingguan turun menjadi 197.000, lebih rendah dari konsensus sebesar 200.000. Data ini menambah deretan laporan ekonomi pekan ini yang menegaskan solidnya pasar tenaga kerja menjelang rilis laporan payrolls pemerintah pada Jumat (2/10).
Di sisi lain, Bursa saham Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (1/10), sementara pasar obligasi global masih tertekan. Investor mencermati data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan dan dampak terhadap arah suku bunga The Fed. Indeks Jepang, Nikkei 225 melesat 3,3%; dan Topix naik 0,6%. Sementara pertumbuhan sektor manufaktur Jepang pada Sep-26, S&P Global mengumumkan Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur Jepang turun menjadi 54,1 pada bulan September dari 54,9 pada bulan Agustus. Di Korea Selatan, indeks Kospi meningkat 1,95%; dan Kosdaq melonjak 4,5%. Sementara data manufaktur Korea Selatan mencatat pertumbuhan pada Sep-26, yang didorong lonjakan permintaan ekspor, terutama untuk produk semikonduktor dan otomotif. Berdasarkan S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Korea Selatan naik menjadi 53,9 pada bulan September dari 52,3 pada bulan Agustus. Di domestik, BPS mencatat inflasi bulanan sebesar 0,30% MoM, lebih tinggi dibandingkan Agust-26 mencapai 0,20% MoM. Sedangkan, inflasi tercatat sebesar 3,28% YoY, atau meningkat dari bulan lalu mencapai 3,19% YoY.
Sementara itu, IHSG kemarin (01/10) ditutup koreksi 1.02%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp240 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, GOTO, BBRI, MDKA dan BBCA.
“IHSG berpotensi lanjut koreksi, dan jika rebound sedikit hanya tes resistance di 6020-6040. Diperkirakan Support IHSG: 5950-6000 dan Resist IHSG: 6020-6040,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Jumat (02/10).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: ELSA, ASII, DEWA, BRMS, ANTM, dan BRPT.
Berikut ini trading plan-nya:
ELSA Spec Buy dengan area beli di 610-620, cutloss di bawah 600. Target dekat di 630-640.
ASII Spec Buy dengan area beli di 4470-4510, cutloss di bawah 4460. Target dekat di 4540-4580.
DEWA Spec Buy dengan area beli di 330-334, cutloss di bawah 326. Target dekat di 338-342.
BRMS Spec Buy dengan area beli di 550, cutloss di bawah 540. Target dekat di 565-575.
ANTM Buy on Weakness dengan area beli di 3050-3110, cutloss di bawah 3050. Target dekat di 3160-3200.
BRPT Spec Buy dengan area beli di 1380-1405, cutloss di bawah 1380. Target dekat di 1415-1430.
Disclaimer on





