ANALIS MARKET (09/1/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (08/01), IHSG ditutup melemah -19,34 poin (- 0,22%) ke level 8.944,81.
Pelemahan IHSG merupakan hal yang wajar, pasalnya investor melakukan take profit pasca penguatan tujuh hari beruntun sejak akhir tahun lalu.
Disaat yang sama, IHSG baru saja membentuk all time high (ATH) di level 9.000-an.
Dari eksternal, investor masih menunggu rilis data ekonomi AS yang akan menentukan arah kebijakan moneter The Fed.
Saat ini, sekitar 80% ekonom cenderung memperkirakan suku bunga The Fed yang akan cenderung ditahan.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (+0,55%), S&P 500 (+0,01%), & Nasdaq (-0,44%).
Saham AS pada hari Kamis menunjukkan pergerakan yang bervariatif karena investor mengalihkan investasi dari sektor teknologi ke sektor siklikal dan pertahanan.
Hal ini terjadi di tengah ketidakpastian mengenai kapan dan seberapa besar Federal Reserve akan menurunkan suku bunga, serta meningkatnya perhatian terhadap pengeluaran modal yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).
Saham-saham seperti Nvidia, Broadcom, Micron, dan Oracle mengalami penurunan karena investor mengurangi eksposur pada infrastruktur AI setelah lonjakan besar tahun lalu dan adanya keraguan terhadap pendapatan jangka pendek.
Sebaliknya, saham di sektor pertahanan melonjak tinggi setelah Presiden Trump mengusulkan anggaran militer AS sebesar 1,5 triliun dolar untuk tahun 2027, menyebabkan kenaikan harga saham Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan Kratos Defense.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan, dibayangi terjadinya take profit pasca berhasil membentuk all time high (ATH). Investor hari ini akan mencermati rilis data Laporan Survei Konsumen Indonesia (Des25),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (09/1).

