Indeks Kospi Berakhir Datar
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, berakhir datar pada Kamis (8/1/2026). Angka indeks hanya bergerak naik 1,31 poin menjadi 4.552,37 yang merupakan angka rekor baru.
Volume perdagangan moderat mencapai 429,55 juta saham senilai 26,76 triliun won atau sekitar US$18,4 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 728 berbanding 175.
Angka indeks berakhir datar dipicu aksi ambil untung yang dilakukan para investor, namun selanjutnya diperkirakan menuju angka 4.600.
“Reli saham teknologi diperkirakan masih akan berlanjut dipicu tingginya permintaan mikrochip seiring populernya kecerdasan buatan,” jelas Na Jeong-Won, analis NH Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor ritel meraup saham senilai 1,26 triliun won, sedangkan investor institusi dan asing masing-masing melepas saham senilai 1,39 triliun won dan 103,28 miliar won.
Saham perusahaan galangan kapal HD Hyundai Heavy Industrie dan perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace masing-masing melambung 4,49 persen dan 7,92 persen. Saham perusahaan manufaktur pesawat terbang Korea Aerospace Industries melonjak 4,92 persen.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics merosot 1,56 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor anjlok 2,85 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 4,8 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.450,6 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,76 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 25,2 poin, atau sekitar 0,29 persen, menjadi 8.720,8. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia, Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Thailand melemah, sedangkan Bursa Filipina menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 2,79 poin, atau sekitar 0,07 persen, menjadi 4.082,98. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 309,64 poin, atau sekitar 1,17 persen, menjadi 26.149,31.

