ANALIS MARKET (08/1/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak Mixed

Foto: Ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (07/01), IHSG ditutup menguat +11,20 poin (+0,13%) ke 8.944,81.

Penguatan IHSG didorong saham-saham berkapitalisasi besar, seperti DSSA (+5,12%), ANTM (+11,59%), AMMN (+2,90%), ASII (+1,81%), KPIG (+23,53%), & BSIM (+24,78%).

IHSG telah berhasil menguat empat hari beruntun sepanjang perdagangan selama tahun 2026 didorong optimisme investor terhadap fenomena January Effect.

Dari eksternal, investor global masih menunggu rilis data ekonomi AS yang akan menentukan arah kebijakan moneter The Fed.

Saat ini, sekitar 80% ekonom cenderung memperkirakan suku bunga The Fed yang akan cenderung ditahan.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (-0,94%), S&P 500 (-0,34%), & Nasdaq (+0,16%).

Data JOLTS AS menunjukkan penurunan tajam dalam lowongan pekerjaan, mengindikasikan melemahnya permintaan terhadap tenaga kerja, sedangkan data ADP menunjukkan
pemulihan moderat dalam perekrutan swasta dan indeks PMI Jasa ISM mengejutkan dengan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan, memperkuat pandangan bahwa ekonomi melambat namun tetap kuat.

Di sektor energi, Valero dan Marathon Petroleum menguat akibat laporan aliran minyak mentah Venezuela yang kembali, yang bisa menguntungkan para pengebor di
wilayah Gulf Coast.

"Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak mixed, dibayangi ruang terjadinya take profit terbuka cukup lebar pasca berhasil membentuk all time high (ath)," sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (08/1).