ANALIS MARKET (07/1/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak di Zona Hijau
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (06/01), IHSG ditutup menguat +74,42 poin (+0,84%) ke level 8.933,61.
Penguatan IHSG didorong kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti AMMN (+10,71%), BBCA (+1,24%), BBRI (+1,38%), MDKA (+8,87%), MORA (+5,25%), PTRO (+7,40%), & DEWA (+7,95%).
IHSG berhasil menguat sebanyak tiga hari beruntun diawal tahun 2026 didorong optimisme investor terhadap fenomena January Effect dan apresiasi terhadap nilai tukar rupiah.
Dari sisi kebijakan, Pemerintah melalui PMK No.90/2025 resmi memperpanjang insentif PPN DTP bagi sektor properti sebesar 100% hingga akhir 2026.
Insentif ini berlaku untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual maksimal masing–masing sebesar Rp2 M dan Rp5 M.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+0,99%), S&P 500 (+0,62%), & Nasdaq (+0,32%).
Penguatan tersebut didorong ekspektasi beberapa pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve terus mendukung prospek pertumbuhan laba.
Sektor semikonduktor memimpin kenaikan setelah jeda singkat, dengan saham Micron, Texas Instruments, Analog Devices, dan NXP naik antara +5,6% hingga +10%.
Sektor kesehatan juga rebound, dengan Eli Lilly dan UnitedHealth masing-masing naik +2,2% dan +2%.
Pasar tetap cenderung tidak terpengaruh oleh penangkapan pemimpin Venezuela oleh Amerika Serikat, dengan perhitungan bahwa insiden tersebut tidak akan menimbulkan goncangan regional yang berkepanjangan, meskipun terus mengubah posisi pasar energi.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak di zona hijau, walaupun ruang terjadinya take profit terbuka cukup lebar pasca berhasil membentuk all time high (ATH),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (07/1).

