Indeks Kospi Berakhir Datar
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, berakhir datar pada Jumat (30/1/2026). Angka indeks hanya bergerak naik 3,11 poin menjadi 5.224,3.
Volume perdagangan mencapai 852 juta saham senilai 34,7 triliun won atau sekitar US$24,1 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 602 berbanding 278.
Para investor terus meraup saham sektor teknologi karena telah terbukti terjadinya perolehan laba dipicu optimisme perkembangan kecerdasan buatan.
“Untuk saat ini, perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan harus mengatasi kekhawatiran terkait profitabilitas. Dalam periode tersebut, preferensi pasar terhadap perusahaan teknologi yang menjual chip memori terhadap perusahaan-perusahaan itu tetap tinggi,” jelas Han Ji-Young, periset Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor ritel meraup saham senilai 2,2 triliun won, sedangkan investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 1,9 triliun won dan 425 miliar won.
Angka indeks berakhir datar setelah Presiden Amerika Serikt Donald Trump berencana untuk meningkatkan tarif resiprokal dan tarif otomotif bagi Korea Selatan menjadi 25 persen pekan ini.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics turun 0,12 persen, sedangkan saham SK Hynix melambung 5,57 persen. Saham perusahaan sekuritas Mirae Asset Securities dan Kiwoom Securities masing-masing melonjak 4,65 persen dan 4,11 persen.
Saham perusahaan telekomunikasi SK Telecom dan KT masing-masing meningkat 4,32 persen dan 1,43 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan Samsung SDI naik 0,52 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 13,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.439,5 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 1,3 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 58,4 poin, atau sekitar 0,65 persen, menjadi 8.869,1. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura dan Thailand melemah, sedangkan Bursa Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Filipina menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 40,04 poin, atau sekitar 0,96 persen menjadi 4.117,95. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 580,98 poin, atau sekitar 2,08 persen, menjadi 27.387,11.

