ANALIS MARKET (30/1/2026): IHSG Diperkirakan Akan Naik
Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Pasar AS ditutup bervariasi pada Kamis (29 Jan): Dow +0.11%, S&P 500 - 0.13%, dan Nasdaq +0.72%. S&P 500 ditutup lebih rendah seiring dengan penurunan saham Microsoft, setelah para pelaku pasar merespons hasil laporan keuangan terbaru dari perusahaan teknologi besar tersebut serta keputusan suku bunga Federal Reserve. Yield obligasi Treasury AS 10 tahun turun -0.26% (-0.011) ke 4.235%, sementara Indeks USD turun -0.43% ke 96.91.
Pasar komoditas ditutup cenderung menguat pada Kamis (29 Jan): WTI crude +2.77% ke USD 65.28/bbl, Brent crude +3.38% ke USD 70.71/bbl, batu bara +2.05% ke USD 111.75/ton, CPO +1.05% ke MYR 4,317/ton, dan emas -0.77% ke USD 5,375/oz.
Pasar Asia ditutup mayoritas lebih tinggi pada Kamis (29 Jan): Hang Seng +0.51%, Nikkei +0.03%, dan Shanghai +0.16%. IHSG turun -1.06% ke 8,232.2 dengan net sell asing sebesar IDR 4,633.2 miliar; net sell IDR 5,114.1 miliar di pasar reguler, dan net buy IDR 480.9 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (IDR 2,053.6 miliar), BMRI (IDR 853.6 miliar), dan BUMI (IDR 802.8 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh EXCL (IDR 188.8 miliar), BBRI (IDR 173.6 miliar), dan GOTO (IDR 129.2 miliar). Top leading movers emiten BBRI, BBCA, BREN, sementara top lagging movers emiten DSSA, BUMI, IMPC.
Adapun diperdagangan Jumat (30/1) pagi ini, KOSPI (+1.27%) dan Nikkei (+0.26%) diperdagangkan lebih tinggi.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG akan naik, setelah penurunan tajam akibat pengumuman MSCI,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset Jumat (30/1).

