ANALIS MARKET (26/1/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (23/01), IHSG ditutup melemah - 41,17 poin (-0,46%) ke level 8.951,01.
Pelemahan IHSG telah berlangsung tiga hari beruntun didorong arus dana asing yang mencatatkan outflow dan uncertainty kebijakan baru MSCI yang akan dirilis akhir bulan Januari.
Dari sisi ekonomi, Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 meningkat ke level +9,6% YoY menjadi sebesar Rp10.133,1 T (vs. November 2025: +8,3% YoY).
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup bervariatif, seperti DJIA (-0,58%), S&P 500 (+0,03%), & Nasdaq (+0,28%).
Nvidia naik +1,5%, memperluas dukungan untuk Nasdaq setelah laporan bahwa pejabat Tiongkok mengisyaratkan perusahaan teknologi domestik dapat mempersiapkan pesanan untuk chip AI H200-nya, sedangkan AMD naik +2,3%.
Dari sisi data ekonomi menawarkan sinyal yang beragam, dengan indeks sentimen Universitas Michigan direvisi lebih tinggi ke level tertinggi multi-bulan meskipun PMI S&P Global menunjukkan pendinginan ringan di sektor jasa dan manufaktur.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed merespon berbagai katalis regional,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (26/1).

