ANALIS MARKET (23/1/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (22/01), IHSG ditutup melemah -18,15 poin (-0,20%) ke level 8.992,18.

Pelemahan IHSG disebabkan wait & see mengenai kebijakan baru MSCI yang akan dirilis akhir bulan Januari dan perkembangan tensi geopolitik global yang masih memanas.

Saham-saham seperti PTRO (-12,93%), BUMI (-9,84%), BRPT (-3,85%), BRMS (- 2,77%), DEWA (-9,52%), RISE (-9,56%), & BUVA (-8,76%) kompak tertekan.

Dari sisi kebijakan, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan kebijakan tax clearance sebagai syarat perpanjangan maupun penerbitan baru rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) sektor mineral dan batu bara pada 2026.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+0,63%), S&P 500 (+0,55%), & Nasdaq (+0,91%).

Penguatan tersebut setelah Presiden Trump menarik kembali ancaman tarif baru terhadap Eropa dan menunjukkan kerangka kesepakatan di masa depan mengenai Greenland.

Saham teknologi kelas mega cap memimpin kenaikan, dengan Meta (+5,7%), Alphabet (+0,8%), Microsoft (+1,5%), Apple (+0,3%), Amazon (+1,3%), dan Nvidia (+0,8%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed merespon berbagai katalis regional,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (23/1).