ANALIS MARKET (22/1/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Menguat
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (21/01), IHSG ditutup melemah -124,37 poin (-1,36%) ke level 9.010,33.
Pelemahan IHSG disebabkan koreksi sahamsaham big caps, seperti BBCA (-3,75%), ASII (-9,28%), UNTR (-14,93%), BREN (-2,11%), BUMI (-6,76%), & BRMS (-3,44%).
Di tengah melemahnya saham big caps, depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS turut memberi tekanan pada pergerakan indeks.
Di sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% tanpa perubahan.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+1,21%), S&P 500 (+1,16%), & Nasdaq (+1,18%).
Hari Rabu, indeks saham AS menguat tajam, memulihkan sebagian kerugian dari sesi sebelumnya, seiring pasar menyambut pernyataan Presiden Trump di Forum Ekonomi Dunia yang menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mengakuisisi Greenland.
Kenaikan ini didorong kuat oleh saham-saham teknologi seperti AMD, Intel, dan Micron yang melonjak 6,6% hingga 11,7%, sedangkan sektor lainnya juga menunjukkan tanda-tanda stabil karena ketegangan AS-Eropa mulai mereda.
Namun, Trump tetap mempertahankan niatnya untuk menguasai Greenland dan mengancam akan menerapkan tekanan ekonomi terhadap sekutu Eropa, sehingga ketidakpastian perdagangan masih berlanjut.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung menguat pasca koreksi cukup dalam pada perdagangan kemarin,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (22/1).

