ANALIS MARKET (21/1/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (20/01), IHSG ditutup menguat +0,83 poin (+0,01%) ke level 9.134,70.
IHSG berhasil menguat tipis dibayangi adanya profit taking investor.
Kemudian, kurs rupiah terhadap dolar AS jatuh ke level all– time low setelah melemah sekitar -0,3% menjadi 16.988 pada perdagangan intraday hari Selasa (20/01) sebelum ditutup di level 16.950, ditekan oleh kekhawatiran terkait kesehatan fiskal domestik dan independensi bank sentral.
Disisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) dalam outlook terbaru pada Januari 2026 merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 dan 2026 masing–masing menjadi +5% YoY dan +5,1% YoY, lebih tinggi 0,1 dan 0,2 percentage point dibandingkan estimasi sebelumnya pada Oktober 2025.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 1,76%), S&P 500 (-2,06%), & Nasdaq (-2,39%).
Penurunan ini didorong oleh eskalasi risiko perdagangan setelah Presiden Trump mengancam akan menerapkan tarif baru sebesar 10% mulai 1 Februari, yang akan naik menjadi 25% pada bulan Juni, terhadap delapan negara Eropa yang dianggap menolak kendali AS atas Greenland, sehingga menggoyahkan asumsi perdagangan lintas batas.
Tekanan penjualan memburuk seiring melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah, dengan laporan bahwa dana pensiun Denmark berencana memangkas eksposur terhadap obligasi pemerintah AS menambah ketidaknyamanan risiko dan memberi beban pada saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga dan saham pertumbuhan.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed seiring sentimen yang beragam dari pasar regional. Investor hari ini akan mencermati rilis data hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait kebijakan suku bunganya,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (21/1).

