Kecelakaan Pesawat di Sulsel, Kemenhub Masih Tunggu Investigasi KNKT
Pasardana.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan terkait musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung yang berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, bahwa Tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan serpihan pesawatnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F. Laisa mengatakan, temuan tersebut ada dilokasi yang berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, serta berdekatan dengan posko Basarnas terdekat.
Serpihan pesawat ditemukan dalam operasi pencarian terpadu yang mengkombinasikan pencarian darat dan udara, pada Minggu (18/1) pagi.
Dalam pencariannya, TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat tanpa awak (drone) sejak pukul 06.15 WITA yang kemudian dilanjutkan dengan penyisiran menggunakan helikopter TNI AU.
Kemudian pukul 07.46 WITA, tim berhasil mengidentifikasi secara visual serpihan pesawat berupa jendela yang menjadi penanda awal lokasi kecelakaan.
Selang tiga menit kemudian, tepatnya pada pukul 07.49 WITA, ditemukan serpihan berukuran besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat beserta ekornya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kemenhub menegaskan, pada tahap ini belum berada dalam posisi untuk menyimpulkan penyebab kejadian.
"Penemuan serpihan pesawat dilakukan pada Ahad pagi melalui operasi pencarian terpadu yang mengombinasikan pencarian darat dan udara," ujar Lukman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/1).
Hanya saja, ditegaskan Lukman, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab dari kecelakaan tersebut.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan pada tahap ini belum berada dalam posisi untuk menyimpulkan penyebab kejadian," ujarnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, seluruh aspek yang berkaitan dengan proses investigasi, termasuk faktor penyebab kecelakaan pesawat, sepenuhnya menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan akan disampaikan secara resmi oleh KNKT sesuai ketentuan yang berlaku.
Lukman juga mengatakan, proses evakuasi masih terus dilaksanakan oleh Basarnas bersama unsur gabungan TNI/Polri serta dukungan masyarakat setempat.
Basarnas telah mendirikan Posko Topo Bulu yang berjarak sekitar 4,6 kilometer dari lokasi kecelakaan.
Sementara itu, pihaknya telah merilis data korban dari kecelakaan pesawat ini.
Dan dari keterangan resmi yang berhasil dirangkum, jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) rute penerbangan Yogyakarta-Makassar itu tercatat sebanyak 10 orang, yang terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang.

