ANALIS MARKET (19/1/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan pekan lalu (15/01), IHSG ditutup menguat +42,82 poin (+0,47%) ke level 9.075,41.

Penguatan IHSG dorong penguatan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti BBRI (+2,69%), BMRI (+3,10%), DSSA (+2,80%), DCII (+3,71%), BBCA (+0,94%), & BBNI (+4,13%).

Dari sisi kebijakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengklaim pada Rabu (14/01) bahwa pemerintah tidak akan menaikkan batas legal defisit anggaran dari level saat ini di 3% terhadap PDB.

Disaat yang sama, pemerintah berencana membentuk BUMN baru di sektor tekstil dengan dukungan pendanaan sebesar US$6 miliar dari Danantara.

Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, seperti DJIA (- 0,17%), S&P 500 (-0,06%), & Nasdaq (-0,06%).

Pelemahan tersebut terjadi seiring berbagai perkembangan geopolitik, ketidakpastian terkait kebijakan The Federal Reserve (The Fed), serta momentum awal musim pelaporan laba kuartal ke-empat.

Presiden Donald Trump menyiratkan kemungkinan mempertahankan Kevin Hassett, ekonom senior yang saat ini menjabat, alih-alih menunjuknya sebagai gubernur The Fed berikutnya.

Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, bisa menjadi kandidat utama untuk posisi tersebut.

Dari sisi sektoral, saham-saham sektor keuangan justru tertekan, karena kekhawatiran atas proposal pemerintah untuk membatasi suku bunga kartu kredit, yang berpotensi memengaruhi profitabilitas perusahaan keuangan.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed seiring sentimen yang beragam dari pasar regional. Investor hari ini akan mencermati rilis data Laporan Survei Kegiatan Dunia Usaha Indonesia (Q4-25 dan Prompt Manufacturing Index Indonesia (Q4-25),” beber analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (19/1).