ANALIS MARKET (15/1/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (14/01), IHSG ditutup menguat +84,28 poin (+0,94%) ke level 9.032,58.
Penguatan IHSG didorong kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti BREN (+4,89%), DSSA (+2,83%), BRMS (+4,60%), MORA (+6,36%), PTRO (+7,59%), & BUMI (+3,94%).
Dari sisi kebijakan, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (14/01) bahwa pihaknya berencana menambah 1 layer tarif cukai rokok pada tahun ini untuk memberi ruang kepada pengusaha rokok ilegal untuk masuk ke dalam sistem legal.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 0,09%), S&P 500 (-0,53%), & Nasdaq (-1,00%).
Hari Rabu, pasar saham AS mengalami penurunan untuk hari kedua berturut-turut, setelah sebelumnya mencapai rekor tinggi, karena para investor mempertimbangkan hasil laba awal yang bervariasi, data ekonomi yang tidak menentu, serta meningkatnya ketegangan geopolitik.
Sektor perbankan kembali melemah, dengan Wells Fargo turun 4,5% karena pendapatan yang menurun, sedangkan Bank of America dan Citigroup juga ikut terpukul, masing-masing turun 3,8% dan 3,3%, meskipun keduanya melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan, lantaran kekhawatiran terhadap rencana Presiden Trump untuk menetapkan batas atas suku bunga kartu kredit.
“Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed dibayangi profit taking investor pasca beberapa kali membentuk level all time high (ATH). Investor hari ini akan mencermati rilis data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (Nov-25),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (15/1).

