ANALIS MARKET (14/1/2026): Dibayangi Profit Taking, IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (13/01), IHSG ditutup menguat +63,58 poin (+0,72%) ke level 8.948,30.

Penguatan IHSG diwarnai volatilitas yang cukup tinggi, dimana sempat adanya tekanan jual yang cukup massif.

Akan tetapi di penghujung sesi 2, terjadi rebound yang cukup signifikan pada saham konglomerasi Prajogo Pangestu seperti PTRO (+2,22%), BREN (+2,22%), dan TPIA (+3,08%).

Dari eksternal, investor global memperhitungkan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini mulai Juni, meskipun kenaikan inflasi yang tak terduga dapat membatasi ruang gerak bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 0,80%), S&P 500 (-0,20%), & Nasdaq (-0,20%).

Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Selasa (13/1), dipimpin oleh penurunan di sektor perbankan.

Investor mempertimbangkan mulainya musim pelaporan laba, sekaligus menghadapi ketidakpastian kebijakan dari Presiden Donald Trump.

Saham JPMorgan turun 4,2% meski hasilnya lebih baik dari ekspektasi, karena pendapatan dari bisnis investasi yang lemah serta kekhawatiran atas rencana kenaikan batas bunga kartu kredit sebesar 10% dalam satu tahun, yang dikhawatirkan akan menekan konsumen dan perekonomian.

Tekanan lanjutan terjadi pada perusahaan pembayaran seperti Visa dan Mastercard, yang masing-masing turun lebih dari 4%, menggambarkan tekanan yang semakin besar bagi sektor perbankan dan jasa keuangan secara keseluruhan.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed dibayangi profit taking investor pasca beberapa kali membentuk level all time high (ATH),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (14/1).