ANALIS MARKET (13/1/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (12/01), IHSG ditutup melemah -52,03 poin (- 0,58%) ke level 8.884,72.

Pelemahan IHSG disebabkan tertekannya saham-saham berkapitalisasi besar akibat adanya panic selling, seperti BREN (-5,01%), BRPT (-7,10%), BBCA (-1,23%), AMMN (-2,76%), BUMI (-5,63%), PTRO (-6,43%), & COIN (-9,91%).

Dari sisi ekonomi, Bank Indonesia memperkirakan penjualan ritel pada Desember 2025 akan tumbuh +4,4% YoY dan +4% MoM, didorong oleh penjualan mayoritas kelompok seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat menjelang persiapan Natal dan Tahun Baru.

Kemudian, Gaikindo mencatat bahwa penjualan wholesales mobil nasional pada Desember 2025 mencapai sebanyak 94,1 ribu unit (+26% YoY, +27% MoM), seiring besarnya diskon dari agen pemegang merek pada akhir tahun dan dihentikannya insentif bebas bea masuk impor utuh (completely built–up) kendaraan listrik.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+0,17%), S&P 500 (+0,16%), & Nasdaq (+0,26%).

Penguatan pasar saham AS pada hari Senin didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi dan Walmart.

Awalnya, pasar sempat tertekan karena adanya laporan bahwa Departemen Kehakiman membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang disebut oleh Presiden Trump sebagai alasan yang tidak valid untuk menekan Fed agar menurunkan suku bunga.

Sebagai dampaknya, saham bank menjadi yang paling terpuruk, dengan Capital One turun 7% dan Citigroup merosot 3%.

Pasar juga menanggapi rencana Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit pada 10% selama satu tahun.

Namun, sentimen pasar tetap positif berkat optimisme terhadap kinerja laba kuartal keempat yang diharapkan, terutama dari bank-bank besar dan harapan akan laporan inflasi (CPI) yang relatif ringan.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan, pasca berhasil membentuk all time high (ATH),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (13/1).